Rock On

Minggu, 15 Oktober 2023

HARI HAK ASASI BINATANG

                   Hari Hak Asasi Binatang

   Selamat Memperingati Hari Hak Asasi Binatang!

   Sama seperti manusia, binatang juga memiliki hak asasi. Mereka adalah makhluk hidup yang merasakan dan memiliki keberadaan penting di Bumi. Konsep hak asasi binatang ini muncul sebagai respons terhadap kekhawatiran akan perlakuan buruk dan penyalahgunaan terhadap binatang. Sejak saat itu, setiap tahun pada tanggal 15 Oktober, Hari Hak Asasi Binatang diperingati untuk meningkatkan kesadaran akan hak-hak binatang dan menyebarluaskan kesejahteraan mereka sebagai upaya dalam memajukan perlindungan dan penghargaan terhadap makhluk-makhluk hidup selain manusia di seluruh dunia.

   Sejarah Hari Hak Asasi Binatang: Negara-negara di seluruh dunia telah menetapkan undang-undang untuk melindungi hewan dari perlakuan yang kejam dan penyalahgunaan. Di Indonesia, hak asasi binatang diatur dalam Kitab Undang – Undang Hukum Pidana (KUHP) Pasal 302 dan Undang – Undang Nomor 18 tahun 2009 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan. Undang-undang ini bertujuan untuk melindungi binatang dari kekejaman dan penyalahgunaan, serta memastikan kesejahteraan mereka.

   Beberapa Hak Binatang yang tercantum undang – undang ini meliputi: 
 • Hak untuk hidup dalam lingkungan yang sesuai
• Hak untuk menerima makanan dan air yang cukup
• Hak untuk menerima perawatan medis ketika diperlukan
• Hak untuk bebas dari kekerasan fisik dan mental
• Hak untuk mengekspresikan perilaku alami

   Selain itu, setiap hewan memiliki lima hak asasi, yaitu bebas dari rasa lapar dan haus, bebas dari ke tidak nyamanan penganiayaan, dan penyalahgunaan, bebas dari rasa sakit, cedera, dan penyakit, bebas dari rasa takut dan tertekan, serta bebas mengekspresikan perilaku alami. Namun, hingga saat ini masih terdapat banyak kasus kekejaman terhadap binatang yang terjadi di Indonesia dan di seluruh dunia.

   Menurut laman resmi World Animal Foundation, setiap tahunnya, lebih dari 6,5 juta hewan masuk ke tempat penampungan hewan yang disebabkan karena kekerasan dan penelantaran oleh pemiliknya. Di Indonesia sendiri, kasus kekejaman terhadap binatang sering dijumpai di media sosial. Indonesia bahkan menjadi negara yang paling banyak mengunggah konten kekejaman terhadap hewan di media sosial. Penting untuk diingat bahwa binatang adalah makhluk yang merasakan dan layak diperlakukan dengan rasa hormat dan kasih sayang.

    Pada hari ini, orang-orang didorong untuk mengambil tindakan untuk melindungi hak-hak binatang, seperti menjadi relawan di tempat penampungan binatang, mendonasikan untuk organisasi kesejahteraan binatang, atau hanya menyebarkan kesadaran tentang masalah hak – hak binatang. Hal yang penting untuk disadari, binatang adalah makhluk yang mampu merasakan dan berhak mendapatkan perlakuan baik dan kasih sayang. Hari ini menjadi ajang untuk melindungi hak-hak binatang, seperti menjadi relawan di tempat penampungan binatang, mendonasikan untuk organisasi kesejahteraan binatang, ataupun sebatas menyebarkan kesadaran tentang masalah hak-hak binatang.

   Selamat Memperingati Hari Hak Asasi Binatang!



                       Animal Rights Day

    Happy Animal Rights Day!

   Just like humans, animals also have human rights. They are living beings who feel and have an important existence on Earth. This concept of animal rights emerged in response to concerns about ill-treatment and abuse of animals. Since then, every year on October 15, Animal Rights Day is observed to raise awareness of animal rights and disseminate their welfare in an effort to promote the protection and respect of non-human beings around the world.

   History of Animal Rights Day: Countries around the world have enacted laws to protect animals from cruel treatment and abuse. In Indonesia, animal rights are regulated in Article 302 of the Criminal Code (KUHP) and Law Number 18 of 2009 concerning Livestock and Animal Health. These laws aim to protect animals from cruelty and abuse, as well as ensure their welfare.

   Some of the Animal Rights listed in this law include:
• The right to live in an appropriate environment
• The right to receive adequate food and water
• The right to receive medical care when necessary
• The right to be free from physical and mental violence
• The right to express natural behavior

   In addition, each animal has five human rights: freedom from hunger and thirst, freedom from discomfort, persecution, and abuse, freedom from pain, injury, and disease, freedom from fear and distress, and freedom to express natural behavior. However, until now there are still many cases of animal cruelty that occur in Indonesia and around the world.

   According to the official website of the World Animal Foundation, every year, more than 6.5 million animals enter animal shelters due to violence and neglect by their owners. In Indonesia itself, cases of animal cruelty are often found on social media. Indonesia is even the country that uploads the most animal cruelty content on social media. It is important to remember that animals are creatures that feel and deserve to be treated with respect and affection.

   On this day, people are encouraged to take action to protect animal rights, such as volunteering at animal shelters, donating to animal welfare organizations, or simply spreading awareness about animal rights issues. It is important to realize, animals are creatures that are able to feel and deserve good treatment and affection. This day is a place to protect animal rights, such as volunteering at animal shelters, donating to animal welfare organizations, or simply spreading awareness about animal rights issues.

   Happy Animal Rights Day!

Kamis, 28 September 2023

MEMPERINGATI HARI MAULID NABI MUHAMMAD SAW 12 RABIUL-AWWAL 1445 HIJRIAH

          Memperingati Hari Maulid Nabi         Muhammad SAW 12 Rabiul-Awwal 1445   Hijriah

   Selamat Memperingati Hari Maulid Nabi Muhammad SAW

   Maulid Nabi adalah peringatan hari lahir Nabi Muhammad SAW, yang di Indonesia perayaannya jatuh pada setiap tanggal 12 Rabiul Awal dalam penanggalan Hijriyah. Kata maulid atau milad dalam bahasa Arab berarti hari lahir. Perayaan Maulid Nabi merupakan tradisi yang berkembang di masyarakat Islam jauh setelah Nabi Muhammad SAW wafat. Secara subtansi, peringatan ini adalah ekspresi kegembiraan dan penghormatan kepada Nabi Muhammad.

   Peringatan hari lahir Nabi Muhammad SAW diyakini telah dikenal sejak tahun kedua hijriah. Namun, ada juga yang meyakininya telah ada sejak zaman Nabi Muhammad SAW. Perayaan maulid Nabi SAW sudah dilakukan masyarakat muslim sejak tahun kedua Hijriah. Catatan tersebut juga merujuk pada kitab “Wafa’ul Wafa bi Akhbar Darul Mustafa” karangan Nuruddin.

   Seorang Jenderal dan pejuang muslim asal Kurdi bernama Salahuddin Ayyubi ingin merayakan maulid Nabi menjadi tradisi bagi umat islam di seluruh dunia. Namun, gagasan Salahuddin ditentang oleh banyak ulama, Akan tetapi Salahuddin menegaskan bahwa perayaan maulid Nabi hanyalah kegiatan menyemarakkan syiar agama. Maka pada bulan Dzulhijjah yang bertepatan dengan bulan ibadah haji, Salahuddin yang pada saat itu sebagai penguasa Haramain mengeluarkan instruksi kepada seluruh jamaah haji agar segera mensosialisasikan kepada masyarakat islam yang berada di kampung halamannya untuk merayakan hari lahir Nabi Muhammad SAW.

   Akhirnya pada tahun 580 Hijriah atau 1184 Masehi bertepatan tanggal 12 Rabiul-Awwal dirayakannya Maulid Nabi dengan berbagai kegiatan yang membangkitkan semangat umat Islam. Pada saat itu Salahuddin mengadakan sayembara penulisan sejarah Nabi dan dimenangkan oleh Syeikh Al-Barzanji. Sejak saat itu maulid nabi dirayakan di seluruh dunia.

   Selamat Memperingati Hari Maulid Nabi Muhammad SAW 12 Rabiul-Awwal 1445 Hijriah!

        Commemorating the Birthday of the    Prophet Muhammad (SAW) 12 Rabiul-Awwal 1445 Hijriah

   Happy Commemoration of the Birthday of the Prophet

   Muhammad SAW Maulid Nabi is the commemoration of the birthday of the Prophet Muhammad, which in Indonesia is celebrated on every 12th of Rabiul Awal in the Hijri calendar. The word maulid or milad in Arabic means day of birth. The celebration of the Prophet’s birthday is a tradition that developed in the Islamic community long after the Prophet Muhammad died. In substance, this commemoration is an expression of joy and respect for the Prophet Muhammad.

   The commemoration of the birthday of the Prophet Muhammad is believed to have been known since the second year of hijri. However, there are also those who believe it has existed since the time of the Prophet Muhammad. The celebration of the Prophet’s maulid has been carried out by the Muslim community since the second year of Ilijri. The record also refers to the book “Wafa’ul Wafa bi Akhbar Darul Mustafa” by Nuruddin. 

  A Kurdish general and Muslim fighter named Salahuddin Ayyubi wanted to celebrate the Prophet’s birthday as a tradition for Muslims around the world. However, Salahuddin’s idea was opposed by many scholars, but Salahuddin emphasized that the celebration of the Prophet’s maulid was only an activity to enliven the religious syiar. So in the month of Dhul Hijjah which coincides with the month of Hajj. Salahuddin, who at that time was the ruler of Haramain, issued instructions to all pilgrims to immediately socialize to the Islamic community in their hometowns to celebrate the birthday of the Prophet Muhammad. 

   Finally, in 580 Hijri or 1184 AD, coinciding with the 12th of Rabiul-Awwal, the Maulid of the Prophet was celebrated with various activities that aroused the enthusiasm of Muslims. At that time Salahuddin held a competition to write the history of the Prophet and was won by Sheikh Al-Barzanji. Since then, the Prophet’s birthday has been celebrated all over the world. 

   Happy Birthday to the Prophet Muhammad (PBUH) 12 Rabiul-Awwal 1445 Hijri!







Sabtu, 09 September 2023

HARI OLAHRAGA NASIONAL

                  Hari Olahraga Nasional

   Selamat Memperingati Hari Olahraga Nasional!

   Penetapan Hari Olahraga Nasional tidak luput dari momen Pekan Olahraga Nasional (PON) pertama di Surakarta pada 9-12 September 1948 silam. Tujuan peringatan Haornas sendiri untuk meningkatkan rasa sportivitas di tanah air. Dikutip dari laman Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Sumatera Utara, kala itu PON digelar pada tahun 1948 karena atlet-atlet Indonesia tidak dapat turut serta dalam kompetisi olahraga dunia Olimpiade XIV/1948 di kota London, Inggris.

   Alasannya karena kemerdekaan dan kedaulatan Indonesia belum diakui oleh dunia serta paspor Indonesia juga tidak diakui oleh pemerintah Inggris. Namun, mereka dapat berpartisipasi dengan menggunakan paspor Belanda. Meski begitu, putra-putri Indonesia hanya ingin hadir sebagai perwakilan Indonesia. Penolakan pada kompetisi dunia membuat Persatuan Olahraga Republik Indonesia (PORI) memutuskan untuk menyelenggarakan kompetisi dalam negeri dengan nama Pekan Olahraga Nasional atau PON.

   PON menjadi bukti untuk menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia sanggup mengadakan acara olahraga berskala nasional. Pada saat itu, PON disambut dengan antusias oleh para atlet Indonesia. Hal itu terbukti dengan banyaknya atlet Indonesia yang hadir. Sebanyak 600 atlet mengikuti kompetisi PON dan bertanding pada 9 cabang olahraga untuk memperebutkan 108 medali. Adanya PON pada tanggal 9-12 September 1948 menjadi peringatan Hari Olahraga Nasional oleh masyarakat Indonesia. PON I disambut antusias oleh para atlet Indonesia.

   Hal tersebut terlihat dari banyaknya para atlet Indonesia sebanyak 600 atlet yang mengikuti kompetisi tersebut, dengan bertanding pada 9 cabang olahraga untuk merebutkan 108 mendali. Dengan diadakan PON I pada tanggal 9 – 12 September 1948 sebagai tanggal peringatan Hari Olahraga Nasional oleh masyarakat Indonesia. Selama penyelenggaraannya hingga saat ini, PON telah diselenggarakan sebanyak 19 kali. Namun, pada tahun 1965 kompetisi olahraga tersebut gagal diselenggarakan karena terjadinya peristiwa G30S PKI. Jadi bisa dikatakan jika PON baru diselenggarakan sebanyak 18 kali.

   PON I digelar karena pada tahun 1948 atlet-atlet Indonesia tidak bisa mengikuti kompetisi olahraga dunia Olimpiade XIV/1948 di kota London, Inggris. Hal ini disebabkan pada saat itu kemerdekaan dan kedaulatan Indonesia belum diperoleh pengakuannya oleh dunia serta paspor Indonesia pun juga tidak diakui oleh Pemerintah Inggris, namun mereka bisa berpartisipasi dengan ajang kompetisi dunia tersebut jika menggunakan paspor Belanda. Meskipun demikian, putra-putri Tanah Air hanya mau hadir di ajang tersebut sebagai perwakilan Indonesia.

   Penolakan tersebut membuat Persatuan Olahraga Republik Indonesia (PORI) memutuskan untuk menyelenggarakan kompetisi dalam negeri yang diberi nama Pekan Olahraga Nasional. Hal ini sebagai bukti untuk menunjukkan kepada mata dunia bahwa pada saat itu bangsa Indonesia sanggup mengadakan acara olahraga dengan skala nasional.

   Selamat Memperingati Hari Olahraga Nasional!

                     National Sports Day

   Happy Commemorating National Sports Day!

   The establishment of the National Sports Day did not escape the moment of the first National Sports Week (PON) in Surakarta on 9-12 September 1948. The purpose of the Haornas commemoration itself is to increase a sense of sportsmanship in the country. Quoted from the website of the North Sumatra Province Youth and Sports Office, at that time PON was held in 1948 because Indonesian athletes could not participate in world sports competitions at the XIV/1948 Olympics in London, England.

   The reason is because Indonesia’s independence and sovereignty have not been recognized by the world and Indonesian passports are also not recognized by the British government. However, they can participate using a Dutch passport. Even so, Indonesian sons and daughters only wanted to attend as representatives of Indonesia. The rejection of world competition made the Republic of Indonesia Sports Association (PORI) decide to hold a domestic competition called the National Sports Week or PON.

   PON is proof to show the world that Indonesia is capable of holding national-scale sporting events. At that time, PON was enthusiastically welcomed by Indonesian athletes. This was proven by the many Indonesian athletes who attended. As many as 600 athletes took part in PON competitions and competed in 9 sports to fight for 108 medals. The existence of PON on 9-12 September 1948 was a commemoration of National Sports Day by the Indonesian people. PON I was enthusiastically welcomed by Indonesian athletes.

   This can be seen from the number of Indonesian athletes as many as 600 athletes who took part in the competition, by competing in 9 sports to win 108 medals. By holding PON I on 9-12 September 1948 as the date of commemoration of National Sports Day by the people of Indonesia. During its implementation until now, PON has been held 19 times. However, in 1965 the sports competition failed to be held due to the G30S PKI incident. So it can be said that PON has only been held 18 times.

   PON I was held because in 1948 Indonesian athletes could not take part in the world sports competition at the XIV/1948 Olympics in London, England. This was because at that time Indonesia’s independence and sovereignty had not yet been recognized by the world and Indonesian passports were also not recognized by the British Government, but they could participate in the world competition if they used a Dutch passport. Even so, the sons and daughters of the country only wanted to attend the event as representatives of Indonesia.

   This rejection made the Indonesian Sports Association (PORI) decide to hold a domestic competition called the National Sports Week. This is proof to show the eyes of the world that at that time the Indonesian people were capable of holding sporting events on a national scale.

    Happy Commemorating National Sports Day!

Kamis, 17 Agustus 2023

HARI KEMERDEKAAN INDONESIA 2023

               Hari Kemerdekaan Indonesia

   Selamat Memperingati Hari Kemerdekaan Indonesia!

   Tanggal 17 Agustus menjadi hari paling bersejarah bagi kemerdekaan Negara Indonesia. Sejarah rangkaian peristiwa 17 Agustus 1945 menjadi titik akhir masa penjajahan di Indonesia. Pada tanggal 17 Agustus 1945 tepatnya pukul 10.00 WIB proklamasi kemerdekaan RI dibacakan oleh Ir Soekarno didampingi Mohammad Hatta. Tentunya proklamasi kemerdekaan Indonesia pada saat itu tak datang begitu saja, terdapat serangkaian peristiwa yang melibatkan perjuangan para pemimpin dan tokoh pemuda.

   Sejarah Proklamasi Kemerdekaan RI Melansir dari situs resmi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), proklamasi kemerdekaan RI diawali dari kekalahan Jepang dalam perang dunia kedua. Hal itu ditandai dengan jatuhnya bom atom di Kota Hiroshima, Jepang oleh Amerika Serikat pada 6 Agustus 1945. Tiga hari kemudian, Amerika Serikat kembali menjatuhkan bom atom kedua dijatuhkan di atas Nagasaki pada tanggal 9 Agustus 1945. Peristiwa ini memaksa Kaisar Jepang Hirohito menyerah kepada Amerika Serikat dan sekutunya pada 15 Agustus 1945. Kabar tersebut kemudian beredar dari siaran radio.

    Golongan muda kemudian mendesak Soekarno dan Hatta memanfaatkan situasi tersebut dengan menyatakan proklamasi. Namun dwitunggal Soekarno dan Hatta menolak karena belum ada pernyataan resmi dari pemerintah Jepang. Pada tanggal 10 Agustus 1945, Soekarno dan Hatta didampingi Radjiman Wedyodiningrat diterbangkan ke Dalat, Vietnam untuk bertemu dengan Marsekal Terauchi. Pada tanggal 12 Agustus 1945, Marsekal Terauchi mengumumkan jika Jepang sudah berada di ambang kekalahan. Pemerintah Jepang menyatakan segera memberikan kemerdekaan kepada Indonesia dan proklamasi kemerdekaan dapat dilaksanakan dalam beberapa hari. Sepulang dari Dalat, Soekarno dan Hatta diamankan para pemuda di bawah pimpinan Sukarni, Chairul Saleh, dan Wikana pada 16 Agustus 1945.

   Ibu Fatmawati dan Guntur (anak Soekarno yang masih berusia 9 bulan) turut dibawa ke Rengasdengklok dengan harapan dwitunggal segera memproklamirkan kemerdekaan Indonesia. Namun sepanjang hari 16 Agustus 1945 itu tidak tercapai kesepakatan apapun.

   Ahmad Soebardjo lalu datang dan berusaha membujuk para pemuda untuk melepaskan dwitunggal Akhirnya mereka bersedia dengan jaminan oleh Soebardjo bahwa proklamasi akan terjadi esok hari. Malam itu juga, rombongan berangkat ke Jakarta, menuju rumah Laksamana Maeda di Meiji Dori Nomor 1 untuk membahas masalah tersebut.

   Selamat Memperingati Hari Ulang Tahun Ke-78 Republik Indonesia.

             Indonesian Independence day

   Happy Commemorating Indonesian Independence Day!

   August 17th is the most historic day for the independence of the State of Indonesia. The history of the series of events on 17 August 1945 became the end point of the colonial period in Indonesia. On August 17, 1945, at 10.00 WIB, the proclamation of Indonesian independence was read by Ir Soekarno accompanied by Mohammad Hatta. Of course the proclamation of Indonesian independence at that time did not come just like that, there were a series of events that involved the struggles of youth leaders and figures.

   History of the Proclamation of Indonesian Independence Launching from the official website of the Ministry of Education and Culture (Kemendikbud), the proclamation of Indonesian independence began with Japan’s defeat in the second world war. This was marked by the dropping of an atomic bomb on Hiroshima City, Japan by the United States on August 6, 1945. Three days later, the United States again dropped a second atomic bomb dropped on Nagasaki on August 9, 1945. This event forced Japanese Emperor Hirohito to surrender to America Union and its allies on August 15, 1945. The news was then circulated from radio broadcasts.

   The younger group then urged Soekarno and Hatta to take advantage of the situation by declaring a proclamation. However, the dual Sukarno and Hatta refused because there was no official statement from the Japanese government. On August 10, 1945, Soekarno and Hatta accompanied by Radjiman Wedyodiningrat were flown to Dalat, Vietnam to meet with Marshal Terauchi. On August 12, 1945, Marshal Terauchi announced that Japan was on the verge of defeat. The Japanese government declared that it would immediately grant independence to Indonesia and the proclamation of independence could be carried out in a few days. After returning from Dalat, Soekarno and Hatta were arrested by youths under the leadership of Sukarni, Chairul Saleh, and Wikana on August 16, 1945.

   Mother Fatmawati and Guntur (Soekarno’s 9-month-old child) were also taken to Rengasdengklok with the hope that the dwitunggal would soon proclaim Indonesian independence. However, during the day of August 16, 1945, no agreement was reached.

   Ahmad Soebardjo then came and tried to persuade the youths to renounce the duality. Finally, they agreed with Soebardjo’s guarantee that the proclamation would take place the next day. That same night, the delegation left for Jakarta, heading to Admiral Maeda’s house at Meiji Dori No. 1 to discuss the matter.

   Happy Commemorating the 78th Birthday of the Republic of Indonesia.

Senin, 14 Agustus 2023

HARI PRAMUKA 2023

              Memperingati Hari Pramuka


   Selamat memperingati hari Pramuka!

   Hari Pramuka ialah hari yang diperingati sebagai hari lahirnya Gerakan Pramuka di Indonesia. Hari Pramuka diperingati setiap tanggal 14 Agustus. Hari Pramuka yang ditetapkan pada tanggal 14 Agustus itu berdasarkan pada sejarah lahirnya gerakan kepramukaan di Indonesia. Hari Pramuka atau Hari Pramuka Nasional ialah hari yang diperingati sebagai hari lahirnya Gerakan Pramuka di Indonesia. Lahirnya Gerakan Pramuka Indonesia itu berdasarkan adanya Kepanduan Nasional yang telah ada sejak 1923. Namun, Gerakan Pramuka Indonesia mulai diresmikan pada 14 Agustus 1961 oleh Presiden Soekarno.

   Sejarah Hari Pramuka di Indonesia: Pada 1923, gerakan kepanduan nasional mulanya ditandai dengan berdirinya Nationale Padvinderij Organisatie (NPO) di Bandung serta Jong Indonesische Padvinderij Organisatie (JIPO) di Batavia. Kemudian pada 1936, kedua gerakan itu melebur menjadi satu menjadi Indonesische Nationale Padvinderij Organisatie (INPO).

   Gerakan kepanduan nasional mulai populer di kalangan masyarakat Indonesia. Sampai pada akhirnya setelah masa kemerdekaan gerakan kepramukaan di Indonesia mulai diresmikan. Pada 14 Agustus 1961 dilaksanakan MAPINAS (Majelis Pimpinan Nasional) yang diketuai Presiden Soekarno, wakil ketua I Sultan Hamengkubuwono IX dan wakil ketua II Brigjen TNI Dr. A. Azis Saleh. Hal itu untuk meresmikan Gerakan Pramuka di Indonesia sekaligus diperkenalkan pula istilah Pramuka untuk pertama kalinya oleh Sultan Hamengkubuwono IX.

   Peristiwa itu merupakan peristiwa sejarah lahirnya Hari Pramuka di Indonesia dan dikenal dengan nama Hari Pramuka atau Hari Pramuka Nasional. Kini setiap 14 Agustus diperingati sebagai Hari Pramuka Nasional.

   Selamat Memperingati Hari Pramuka ke 62 Tahun 2023!

   “Pramuka mengajarkan kebersamaan, kedisiplinan, kemandirian jiwa korsa dan semangat pantang menyerah.”




                        Happy Scout Day!


   Happy scout day!

   Scout Day is a day commemorated as the birthday of the Scout Movement in Indonesia. Scout Day is celebrated every August 14. Scout Day, which is set on August 14, is based on the history of the birth of the scouting movement in Indonesia. Scout Day or National Scout Day is a day commemorated as the birthday of the Scout Movement in Indonesia. The birth of the Indonesian Scout Movement was based on the existence of National Scouting which had existed since 1923. However, the Indonesian Scout Movement was inaugurated on August 14, 1961 by President Soekarno.

   History of Scout Day in Indonesia: In 1923, the national scouting movement was initially marked by the establishment of the Nationale Padvinderij Organisatie (NPO) in Bandung and Jong Indonesische Padvinderij Organisatie (JIPO) in Batavia. Then in 1936, the two movements merged into one to become the Indonesische Nationale Padvinderij Organisatie (INPO).

   The national scouting movement began to gain popularity among the Indonesian people. Until finally after the independence period the scouting movement in Indonesia began to be formalized. On August 14, 1961. MAPINAS (National Leadership Assembly) was held, chaired by President Soekarno, vice chairman I Sultan Hamengkubuwono IX and vice chairman II Brigadier General Dr. A. Azis Saleh. This was to formalize the Scout Movement in Indonesia. The term Scout was also introduced for the first time by Sultan Hamengkubuwono IX.

   This event was the historical event of the birth of Scout Day in Indonesia and is known as Scout Day or National Scout Day. Now every August 14 is commemorated as National Scout Day.

   Happy 62nd Scout Day 2023!

   “Scouting teaches togetherness, discipline, independence and an unyielding spirit.”

Minggu, 23 Juli 2023

HARI ANAK NASIONAL 2023

           Hari Anak Nasional Tahun 2023.

   Selamat Memperingati Hari Anak Nasional Tahun 2023.

   Hari Anak Nasional dirayakan setiap tanggal 23 Juli. Untuk tahun 2023 ini merupakan peringatan yang ke-39. Setiap tahunnya Hari Anak Nasional memiliki tema yang berbeda-beda. Hari Anak Nasional 2023 memiliki tema “Anak Terlindungi, Indonesia Maju”.      Acara Puncak Hari Anak Nasional Ke-39 Tahun 2023 akan diselenggarakan di Simpang Lima Kota Semarang Provinsi Jawa Tengah dengan dihadiri Presiden Joko Widodo dan sejumlah Menteri. 

   Sejarah Hari Anak: Hari Anak Nasional dilatarbelakangi oleh Pasal 28B ayat (2) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dimana ada aturan Setiap anak berhak atas kelangsungan hidup, tumbuh, dan berkembang serta berhak atas perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi. Hadirnya Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1979 juga membuat pemerintah lebih memberikan atensinya kepada anak Indonesia terutama terkait kesejahteraan anak. Sejak disahkannya Undang-Undang tentang Kesejahteraan Anak, pemerintah terus berupaya meningkatkan kesejahteraan anak dan terus mengoptimalkannya, salah satunya dengan mendorong kepedulian semua pihak lewat penyelenggaraan Peringatan Hari Anak Nasional. 

   Hari Anak Nasional pertama kali dicetuskan oleh Kongres Wanita Indonesia (KOWANI) pada 1951. Namun perayaannya mulai dilakukan pada tahun 1952 saat Presiden Soekarno menjabat. Hari Anak Nasional kemudian ditetapkan setiap tanggal 23 Juli melalui Keputusan Presiden (Keppres) No. 44/1984. Tanggal 23 Juli dipilih karena berkaitan tanggal pengesahan Undang-Undang tentang Kesejahteraan Anak pada 23 Juli 1979.     

   Tujuan umumnya adalah sebagai bentuk penghormatan, perlindungan, dan pemenuhan hak anak sebagai generasi penerus bangsa. Anak adalah potensi dan penerus cita-cita perjuangan bangsa yang memiliki peran strategis. Anak juga mempunyai ciri dan sifat khusus yang memerlukan perlindungan dalam rangka menjamin pertumbuhan dan perkembangan fisik, mental, dan sosial secara utuh. Masa depan bangsa Indonesia pun berada di tangan anak-anak saat ini. Semakin baik kualitas anak saat ini maka semakin baik pula kehidupan masa depan bangsa.

   Selamat Memperingati Hari Anak Tahun 2023, “Anak Terlindungi, Indonesia Maju”!



            National Children’s Day 2023.

   Happy national childrens’s Day 2023.

   National Children’s Day is celebrated every July 23. This year, 2023, is the 39th anniversary. Each year, National Children’s Day has a different theme. National Children’s Day 2023 has the theme “Protected Children, Advanced Indonesia”. The peak event of the 39th National Children’s Day 2023 will be held at Simpang Lima Semarang, Central Java Province, attended by President Joko Widodo and a number of Ministers.
  
   History of National Children’s Day: National Children’s Day is motivated by Article 28B paragraph (2) of the 1945 Constitution of the Republic of Indonesia, which stipulates that every child has the right to survival, growth, and development and the right to protection from violence and discrimination. The presence of Law Number 4 Year 1979 also made the government give more attention to Indonesian children, especially regarding child welfare. Since the enactment of the Law on Child Welfare, the government has continued to strive to improve child welfare and continue to optimize it, one of which is by encouraging the concern of all parties through the implementation of the National Children’s Day Commemoration. 

   National Children’s Day was first initiated by the Congress of Indonesia. Indonesian Women (KOWANI) in 1951. However, the celebrationBegan in 1952 when President Soekarno took office. Children’s Day National Children’s Day was then established every July 23 through Presidential Decree No. 44/1984 July 23 was chosen because it relates to the date of The ratification of the Law on Child Welfare on July 23, 1979. 

   The general objective As a form of respect, protection, and fulfillment of children’s rights As the next generation of the nation. Children are the potential and successor to the ideals Struggle of the nation that has a strategic role. Children also have special characteristics and traits that require protection in order to ensure the growth and Physical development. The future of the Indonesian nation is also in the hands of today’s children. The better the quality of children today, the better the future life of the nation.

   Congratulation on commemorating children’s days 2023,”Protected Children, Advanced Indonesia”!






Rabu, 19 Juli 2023

HARI TAHUN BARU ISLAM

     Peringatan Hari Tahun Baru Islam 1445 Hijriah

   Selamat Memperingati Tahun Baru Islam 1445 Hijriah. 

   Tahun Baru Hijriah atau Tahun Baru Islam merupakan suatu hari yang penting bagi umat Islam karena menandai peristiwa penting yang terjadi dalam sejarah Islam yaitu memperingati penghijrahan Nabi Muhammad SAW. Dari Kota Makkah ke Madinah pada tahun 622 Masehi. Peristiwa bersejarah itu terjadi pada 1 Muharam tahun baru bagi Kalender Hijriah. Namun, Tahun Hijrah Rasulullah SAW dari Makkah ke Madinah itu diambil sebagai awal perhitungan bagi Kalender Hijriah.

   Sejarah penetapan awal tahun baru Islam atau awal penanggalan hijriyah adalah merujuk pada peristiwa hijrahnya Nabi Muhammad SAW dari Kota Makkah ke Madinah. Peristiwa itu merupakan salah satu momen penting dalam sejarah Islam yang terjadi pada tahun 622 Masehi. Dan, hari itu ditetapkan sebagai hari pertama dalam penanggalan hijriyah atau kalender Islam yakni 1 Muharam 1 Hijriyah. 

   Adapun sejarah penetapan awal penanggalan kalender hijriyah yang menjadi awal tahun hijriyah adalah tidak lepas dari peran Khalifah Umar bin Khattab. Dilansir dari laman resmi Al Ain University, sejarah penentuan awal tahun baru Islam itu diprakarsai oleh Khalifah Umar bin Khattab dengan persetujuan Usman bin Affan dan Ali bin Abi Thalib.

   Penggunaan penanggalan hijriyah sebagai momen awal kalender Islam itu adalah dengan ditetapkannya tahun 622 Masehi (hijrahnya Nabi Muhammad SAW) sebagai tahun pertama kalender hijriyah. Kala itu adalah tahun ke-17 setelah peristiwa hijrah atau 3-4 tahun saat kepemimpinan Khalifah Umar bin Khattab.

   Pemaknaan tahun baru hijriyah berawal dari peristiwa hijrah Nabi Muhammad SAW. Saat zaman Rasul Allah, peristiwa hijrah dilakukan sebagai strategi dakwah dan menanggapi situasi dan kondisi yang tidak kondusif pada masyarakat Mekkah.Hijrah sendiri diartikan sebagai perjuangan meninggalkan hal-hal buruk ke arah yang lebih baik. Dan, kini peristiwa hijrah diartikan sebagai pembelajaran nilai kebaikan untuk diri sendiri, seperti berani meninggalkan sesuatu yang buruk yang merugikan diri sendiri dan beralih pada sesuatu yang baik.

   Selamat Memperingati Tahun Baru Islam 1445 Hijriah.

   Mari sambut tahun baru Islam dengan penuh keindahan dan pengharapan apa yang akan terjadi adalah lebih baik dari kemarin! 



  Commemoration of Islamic New Year’s Day 1445 Hijri

   Happy commemoration of the Islamic New Year 1445 Hijri. 

   Hijri New Year or Islamic New Year is an important day for Muslims because it marks an important event that occurred in Islamic history, namely commemorating the migration of the Prophet Muhammad SAW. From the city of Makkah to Medina in 622 AD. The historic event took place on 1 Muharam, the new year for the Hijri Calendar. However, the Hijra Year of the Prophet (peace be upon him) from Makkah to Medina was taken as the beginning of the calculation for the Hijri Calendar.

   The history of determining the beginning of the Islamic new year or the beginning of the Hijri calendar refers to the event of the migration of the Prophet Muhammad SAW from the city of Makkah to Medina. It was one of the most important moments in Islamic history in 622 AD. And, that day is designated as the first day in the Hijri calendar or Islamic calendar namely 1 Muharam 1 

   Hijri. The history of the initial determination of the hijri calendar which became the beginning of the hijri year is inseparable from the role of Caliph Umar bin Khattab. Reporting from the official website of Al Ain University, the history of determining the beginning of the Islamic new year was initiated by Caliph Umar bin Khattab with the approval of Uthman bin Affan and Ali bin Abi Talib.

   The use of the Hijri calendar as the initial moment of the Islamic calendar is the establishment of 622 AD (the hijra of the Prophet Muhammad SAW) as the first year of the Hijri calendar. It was the 17th year after the Hijra or 3-4 years during the leadership of Caliph Umar bin Khattab.

   The meaning of the Hijri New Year originated from the hijra event of the Prophet Muhammad SAW. During the time of Allah’s Apostle, the Hijra event was carried out as a da’wah strategy and responded to situations and conditions that were not conducive to Meccan society.Hijra itself was interpreted as a struggle to leave bad things in a better direction. And, now the hijra event is interpreted as learning the value of goodness for oneself, such as daring to leave something bad that harms oneself and switch to something good.

   Happy commemoration of the Islamic New Year 1445 Hijri.

   Let’s welcome the Islamic New Year with beauty and hope that what will happen is better than yesterday!