Rock On

Selasa, 14 November 2023

HARI BRIMOB

         Selamat Memperingati Hari Brigade Mobil (Brimob)


   Selamat Memperingati Hari Brigade Mobil (Brimob)!


   Tanggal 14 November diperingati sebagai hari jadi Korps Brigade Mobil (Brimob) Polri. Cikal bakal Brimob telah berdiri sejak zaman penjajahan Jepang. Brimob ikut andil dalam merebut kemerdekaan, bahkan punya peran besar dalam melawan pemberontakan pada masa awal berdirinya Republik Indonesia.

   Sejarah Berdirinya Brimob: Sejarah Brimob berawal saat Jepang melakukan invasi dan mulai menduduki Indonesia pada tahun 1942. Sekitar 2 bulan menjajah, Jepang mulai mengalami kekalahan dalam perang Asia Timur Raya. Hal ini lantas memaksa Jepang untuk mengubah strategi perangnya. Maka dalam kurun waktu tahun 1943-1944, Jepang secara intensif membentuk sejumlah organisasi militer untuk memenuhi kebutuhan tenaga bantu pasukan mereka. Karena kondisi yang terus terdesak, pemerintah militer Jepang membutuhkan tenaga cadangan polisi yang dapat bergerak cepat atau memiliki mobilitas tinggi. Bahkan jika diperlukan, cadangan polisi ini diharapkan bisa menjadi tenaga tempur bagi Jepang.

   Dari sinilah lahir satuan polisi khusus yang disebut dengan Tokubetsu Keisatsu Tai yang beranggotakan polisi muda. Tidak seperti polisi biasa, kesatuan ini memiliki persenjataan yang lebih lengkap. Calon anggotanya pun memperoleh pendidikan dan latihan militer intensif dari tentara Jepang. Tokubetsu Keisatsu Tai bisa dibilang merupakan pasukan polisi yang memiliki disiplin tinggi, sangat terlatih, dan terorganisasi dengan rapi. Dalam buku Java in a Time of Revolution : Occupation and Resistance, 1944-1946, Benedict Anderson menyebut satuan ini dengan istilah Special Police Force atau Polisi Istimewa.

   Tokubetsu Keisatsu Tai didirikan di setiap Karesidenan di Jawa, Madura, dan Sumatera. Pada akhir 1944, di setiap karesidenan dibentuk satuan Tokubetsu Keisatsu Tai dengan kekuatan satu Kompi beranggotakan 60-200 orang, atau tergantung situasi wilayah saat itu. Kompi tersebut berada di bawah kekuasaan Polisi Karesidenan dan komandan Kompi biasanya berpangkat Itto Keibu (Letnan Satu). Selepas Jepang menyerah kepada sekutu, semua satuan militer bentukan Jepang di Indonesia kemudian dibubarkan. Akan tetapi, Tokubetsu Keisatsu Tai tetap ada dan jadi satu-satunya kesatuan yang masih diperbolehkan memegang senjata. Para anggota Tokubetsu Keisatsu Tai kemudian bekerja sama dengan seluruh rakyat untuk mempertahankan kemerdekaan.

   Satuan polisi ini juga berperan besar dalam perebutan senjata. Mereka melakukan pembukaan gudang senjata secara paksa dan membagi-bagikan senjata tersebut pada para penjuang, termasuk pada mantan anggota organisasi militer yang dibubarkan. Pada tanggal 21 Agustus 1945, Inspektur Polisi Tk. I. Mohammad Jasin membacakan teks Proklamasi dari pasukan Polisi Istimewa. Proklamasi tersebut berisi pernyataan resmi bahwa Tokubetsu Keisatsu Tai telah menjadi Polisi Republik Indonesia dan akan bersatu dengan rakyat untuk berjuang mempertahankan kemerdekaan. Polisi Istimewa atau Tokubetsu Keisatsu Tai inilah yang menjadi cikal bakal Kepolisian Negara Republik Indonesia. Setelah itu, Polisi Istimewa memperbanyak dan menyebarluaskan teks Proklamasi Kepolisian dengan menempelkannya di tempat-tempat ramai bersama dengan teks Proklamasi Kemerdekaan RI. Polisi Istimewa kemudian mengganti pimpinannya yang dari Jepang, yaitu Sidookan Takata dan Fuko Sidookan Nishimoto. Kepemimpinan pun beralih ke tangan Inspektur Polisi Tk. I Mohammad Jasin.

   Polisi Istimewa terus berkiprah di garda terdepan dalam upaya perebutan fasilitas militer dan tempat-tempat strategis di Pulau Jawa dan Sumatera. Setahun lebih setelah Proklamasi Kepolisian, tepatnya pada tanggal 14 November 1946, seluruh kesatuan Polisi Istimewa, Barisan Polisi Istimewa, dan Pasukan Polisi Istimewa dilebur menjadi satu dan berubah menjadi Mobile Brigade (Mobrig) atau yang sekarang dikenal dengan Brigade Mobile (Brimob). Sejak saat itulah tanggal 14 November selalu diperingati sebagai hari jadi Brimob.

       Selamat Memperingati Hari Brigade Mobil (Brimob) ke -78!

   Ini adalah perjalanan yang panjang untuk menjaga Kesatuan Republik Indonesia.



       Happy Mobile Brigade Day (Brimob)

   Happy Mobile Brigade Day (Brimob)!


   November 14 is celebrated as the anniversary of the Police Mobile Brigade Corps (Brimob). The forerunner of Brimob has been established since the Japanese colonial era. Brimob took part in winning independence, and even played a major role in fighting rebellion in the early days of the Republic of Indonesia.

   History of Brimob: The history of Brimob began when Japan invaded and began occupying Indonesia in 1942. About 2 months into the occupation, Japan began to experience defeat in the Greater East Asia war. This then forced Japan to change its war strategy. So in the period 1943-1944, Japan intensively formed a number of military organizations to meet the needs of their auxiliary forces. Because conditions continued to be pressed, the Japanese military government needed a police reserve force that could move quickly or have high mobility. Even if needed, these police reserves were expected to become combat power for Japan.

   From here, a special police unit called Tokubetsu Keisatsu Tai was born, which consisted of young policemen. Unlike ordinary police, this unit has more complete weaponry. Prospective members also received intensive military education and training from the Japanese army. Tokubetsu Keisatsu Tai was a highly disciplined, highly trained and well-organized police force.In the book Java in a Time of Revolution: Occupation and Resistance, 1944-1946, Benedict Anderson calls this unit the Special Police Force.

   Tokubetsu Keisatsu Tai was established in every Karesidenan in Java, Madura and Sumatra. By the end of 1944, a Tokubetsu Keisatsu Tai unit was established in each Karesidenan with a company of 60-200 members, or depending on the situation in the region at the time. The company was under the authority of the Karesidenan Police and the company commander usually held the rank of Itto Keibu (First Lieutenant). After Japan surrendered to the Allies, all Japanese military units in Indonesia were disbanded. However, Tokubetsu Keisatsu Tai remained and was the only unit that was still allowed to hold weapons. The members of Tokubetsu Keisatsu Tai then worked together with all the people to defend independence.

   This police unit also played a major role in the seizure of weapons. They forcibly opened the arsenal and distributed the weapons to the fighters, including to former members of disbanded military organizations. On August 21, 1945, Police Inspector Tk. I. Mohammad Jasin read out the text of the Proclamation from the Special Police Force. The proclamation contained an official statement that Tokubetsu Keisatsu Tai had become the Indonesian Republican Police and would unite with the people to fight for independence. The Special Police or Tokubetsu Keisatsu Tai was the forerunner of the Indonesian National Police. After that, the Special Police reproduced and disseminated the text of the Police Proclamation by posting it in crowded places along with the text of the Proclamation of Independence. The Special Police then replaced its Japanese leaders, namely Sidookan Takata and Fuko Sidookan Nishimoto. The leadership passed into the hands of Police Inspector Tk. I Mohammad Jasin.

   The Special Police continued to be at the forefront of efforts to seize military facilities and strategic locations in Java and Sumatra. A little over a year after the Police Proclamation, on November 14, 1946, all of the Special Police were united. Were merged into one and turned into Mobile Brigade (Mobrig) or what is now known as Mobil Brigade (Brimob). Since then, November 14 has always been commemorated as Brimob’s anniversary.

   Happy 78th Mobile Brigade (Brimob) Day!

   This is a long journey to maintain the unity of the Republic of Indonesia.

Jumat, 10 November 2023

MEMPERINGATI HARI PAHLAWAN

             Memperingati Hari Pahlawan


   Selamat memperingati Hari Pahlawan!


   Pada 10 November merupakan Hari Pahlawan Nasional yang setiap tahunnya diperingati oleh bangsa Indonesia, hal ini berdasarkan Keputusan Presiden No. 316 Tahun 1959 tentang Hari-hari Nasional yang Bukan Hari Libur dan ditandatangani oleh Presiden Soekarno. Keputusan tersebut untuk mengenang jasa para pahlawan serta tragedi pada 10 november 1945 di Surabaya, Tanggal 10 November 1945 terjadi pertempuran di Surabaya yang merupakan pertempuran besar antara pihak tentara Indonesia dan pasukan Inggris, pertempuran ini adalah perang pertama pasukan Indonesia dengan pasukan asing setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia dan satu pertempuran terbesar dan terberat dalam sejarah Revolusi Nasional Indonesia yang menjadi simbol nasional atas perlawanan Indonesia terhadap kolonialisme. Setelah gencatan senjata antara pihak Indonesia dan pihak tentara Inggris ditandatangani tanggal 29 Oktober 1945, keadaan berangsur-angsur mereda.


   Walaupun begitu tetap saja terjadi bentrokan-bentrokan bersenjata antara rakyat dan tentara Inggris di Surabaya. Bentrokan-bentrokan tersebut memuncak dengan terbunuhnya Brigadir Jenderal Mallaby (Pimpinan Tentara Inggris untuk Jawa Timur) pada 30 Oktober 1945. Kematian Jendral Mallaby ini menyebabkan pihak Inggris marah kepada pihak Indonesia dan berakibat pada keputusan pengganti Mallaby yaitu Mayor Jenderal Eric Carden Robert.


   Mansergh mengeluarkan Ultimatum 10 November 1945 yang meminta pihak Indonesia menyerahkan persenjataan dan menghentikan perlawanan pada tentara AFNEI dan administrasi NICA serta ancaman akan menggempur kota Surabaya dari darat, laut, dan udara apabila orang-orang Indonesia tidak mentaati perintah Inggris.


   Mereka juga mengeluarkan instruksi yang isinya bahwa semua pimpinan bangsa Indonesia dan para pemuda di Surabaya harus datang selambat-lambatnya tanggal 10 November 1945 pukul 06.00 pagi pada tempat yang telah ditentukan. Namun ultimatum itu tidak ditaati oleh rakyat Surabaya, sehingga terjadilah pertempuran Surabaya yang sangat dahsyat pada tanggal 10 November 1945 selama lebih kurang tiga minggu lamanya, medan perang Surabaya kemudian mendapat julukan “neraka” karena kerugian yang disebabkan tidaklah sedikit.


   Pertempuran tersebut telah mengakibatkan sekitar 20.000 rakyat Surabaya menjadi korban, sebagian besar adalah warga sipil. Selain itu diperkirakan 150.000 orang terpaksa meninggalkan kota Surabaya dan tercatat sekitar 1.600 orang prajurit Inggris tewas, hilang dan luka-luka serta puluhan alat perang rusak dan hancur, banyaknya pejuang yang gugur dan rakyat yang menjadi korban ketika itu serta semangat membara tak kenal menyerah yang ditunjukkan rakyat Surabaya, membuat Inggris serasa terpanggang di neraka dan membuat kota Surabaya kemudian dikenang sebagai kota pahlawan.


   Selamat Memperingati Hari Pahlawan Ke-78 Tahun 2023! 

   Semangat Pahlawan Untuk Masa Depan Bangsa dalam Memerangi Kemiskinan dan Kebodohan. 




             Commemorating Heroes' Day


   Happy Heroes' Day!


   November 10 is National Heroes' Day which is commemorated every year by the Indonesian people, based on Presidential Decree No. 316 of 1959 concerning National Days that are Not Holidays and signed by President Soekarno. This decision was to commemorate the services of the heroes and the tragedy on 10 November 1945 in Surabaya. On 10 November 1945 there was a battle in Surabaya which was a major battle between the Indonesian army and British troops. This battle was the first war between Indonesian troops and foreign troops after the Proclamation of Indonesian Independence. and one of the biggest and toughest battles in the history of the Indonesian National Revolution which became a national symbol of Indonesia's resistance to colonialism. After the ceasefire between the Indonesian and British troops was signed on 29 October 1945, the situation gradually eased.


   Even so, armed clashes still occurred between the people and British troops in Surabaya. These clashes culminated in the murder of Brigadier General Mallaby (Leader of the British Army for East Java) on 30 October 1945. The death of General Mallaby caused the British to become angry with the Indonesians and resulted in the decision to replace Mallaby, namely Major General Eric Carden Robert.


   Mansergh issued an Ultimatum of 10 November 1945 which asked the Indonesians to hand over their weapons and stop resistance to the AFNEI army and the NICA administration as well as threats to attack the city of Surabaya from land, sea and air if the Indonesian people did not obey British orders.


   They also issued instructions stating that all leaders of the Indonesian nation and youth in Surabaya had to come no later than 10 November 1945 at 06.00 am at the designated place. However, this ultimatum was not obeyed by the people of Surabaya, so the very terrible Surabaya battle took place on 10 November 1945, lasting approximately three weeks. The Surabaya battlefield later received the nickname "hell" because the losses caused were not small.


   The fighting resulted in around 20.000 Surabaya people becoming victims, most of whom were civilians. Apart from that, it is estimated that 150.000 people were forced to leave the city of Surabaya and it was recorded that around 1.600 British soldiers were killed, missing and injured as well as dozens of war equipment damaged and destroyed. The number of fighters who died and the people who became victims at that time and the burning spirit of never giving up shown by the people. Surabaya, made England feel like it was roasting in hell and made the city of Surabaya later remembered as a city of heroes.


   Happy Commemoration of the 78th Heroes' Day in 2023!


   The Spirit of Heroes for the Future of the Nation in Fighting Poverty and Ignorance.


Minggu, 15 Oktober 2023

HARI HAK ASASI BINATANG

                   Hari Hak Asasi Binatang

   Selamat Memperingati Hari Hak Asasi Binatang!

   Sama seperti manusia, binatang juga memiliki hak asasi. Mereka adalah makhluk hidup yang merasakan dan memiliki keberadaan penting di Bumi. Konsep hak asasi binatang ini muncul sebagai respons terhadap kekhawatiran akan perlakuan buruk dan penyalahgunaan terhadap binatang. Sejak saat itu, setiap tahun pada tanggal 15 Oktober, Hari Hak Asasi Binatang diperingati untuk meningkatkan kesadaran akan hak-hak binatang dan menyebarluaskan kesejahteraan mereka sebagai upaya dalam memajukan perlindungan dan penghargaan terhadap makhluk-makhluk hidup selain manusia di seluruh dunia.

   Sejarah Hari Hak Asasi Binatang: Negara-negara di seluruh dunia telah menetapkan undang-undang untuk melindungi hewan dari perlakuan yang kejam dan penyalahgunaan. Di Indonesia, hak asasi binatang diatur dalam Kitab Undang – Undang Hukum Pidana (KUHP) Pasal 302 dan Undang – Undang Nomor 18 tahun 2009 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan. Undang-undang ini bertujuan untuk melindungi binatang dari kekejaman dan penyalahgunaan, serta memastikan kesejahteraan mereka.

   Beberapa Hak Binatang yang tercantum undang – undang ini meliputi: 
 • Hak untuk hidup dalam lingkungan yang sesuai
• Hak untuk menerima makanan dan air yang cukup
• Hak untuk menerima perawatan medis ketika diperlukan
• Hak untuk bebas dari kekerasan fisik dan mental
• Hak untuk mengekspresikan perilaku alami

   Selain itu, setiap hewan memiliki lima hak asasi, yaitu bebas dari rasa lapar dan haus, bebas dari ke tidak nyamanan penganiayaan, dan penyalahgunaan, bebas dari rasa sakit, cedera, dan penyakit, bebas dari rasa takut dan tertekan, serta bebas mengekspresikan perilaku alami. Namun, hingga saat ini masih terdapat banyak kasus kekejaman terhadap binatang yang terjadi di Indonesia dan di seluruh dunia.

   Menurut laman resmi World Animal Foundation, setiap tahunnya, lebih dari 6,5 juta hewan masuk ke tempat penampungan hewan yang disebabkan karena kekerasan dan penelantaran oleh pemiliknya. Di Indonesia sendiri, kasus kekejaman terhadap binatang sering dijumpai di media sosial. Indonesia bahkan menjadi negara yang paling banyak mengunggah konten kekejaman terhadap hewan di media sosial. Penting untuk diingat bahwa binatang adalah makhluk yang merasakan dan layak diperlakukan dengan rasa hormat dan kasih sayang.

    Pada hari ini, orang-orang didorong untuk mengambil tindakan untuk melindungi hak-hak binatang, seperti menjadi relawan di tempat penampungan binatang, mendonasikan untuk organisasi kesejahteraan binatang, atau hanya menyebarkan kesadaran tentang masalah hak – hak binatang. Hal yang penting untuk disadari, binatang adalah makhluk yang mampu merasakan dan berhak mendapatkan perlakuan baik dan kasih sayang. Hari ini menjadi ajang untuk melindungi hak-hak binatang, seperti menjadi relawan di tempat penampungan binatang, mendonasikan untuk organisasi kesejahteraan binatang, ataupun sebatas menyebarkan kesadaran tentang masalah hak-hak binatang.

   Selamat Memperingati Hari Hak Asasi Binatang!



                       Animal Rights Day

    Happy Animal Rights Day!

   Just like humans, animals also have human rights. They are living beings who feel and have an important existence on Earth. This concept of animal rights emerged in response to concerns about ill-treatment and abuse of animals. Since then, every year on October 15, Animal Rights Day is observed to raise awareness of animal rights and disseminate their welfare in an effort to promote the protection and respect of non-human beings around the world.

   History of Animal Rights Day: Countries around the world have enacted laws to protect animals from cruel treatment and abuse. In Indonesia, animal rights are regulated in Article 302 of the Criminal Code (KUHP) and Law Number 18 of 2009 concerning Livestock and Animal Health. These laws aim to protect animals from cruelty and abuse, as well as ensure their welfare.

   Some of the Animal Rights listed in this law include:
• The right to live in an appropriate environment
• The right to receive adequate food and water
• The right to receive medical care when necessary
• The right to be free from physical and mental violence
• The right to express natural behavior

   In addition, each animal has five human rights: freedom from hunger and thirst, freedom from discomfort, persecution, and abuse, freedom from pain, injury, and disease, freedom from fear and distress, and freedom to express natural behavior. However, until now there are still many cases of animal cruelty that occur in Indonesia and around the world.

   According to the official website of the World Animal Foundation, every year, more than 6.5 million animals enter animal shelters due to violence and neglect by their owners. In Indonesia itself, cases of animal cruelty are often found on social media. Indonesia is even the country that uploads the most animal cruelty content on social media. It is important to remember that animals are creatures that feel and deserve to be treated with respect and affection.

   On this day, people are encouraged to take action to protect animal rights, such as volunteering at animal shelters, donating to animal welfare organizations, or simply spreading awareness about animal rights issues. It is important to realize, animals are creatures that are able to feel and deserve good treatment and affection. This day is a place to protect animal rights, such as volunteering at animal shelters, donating to animal welfare organizations, or simply spreading awareness about animal rights issues.

   Happy Animal Rights Day!

Kamis, 28 September 2023

MEMPERINGATI HARI MAULID NABI MUHAMMAD SAW 12 RABIUL-AWWAL 1445 HIJRIAH

          Memperingati Hari Maulid Nabi         Muhammad SAW 12 Rabiul-Awwal 1445   Hijriah

   Selamat Memperingati Hari Maulid Nabi Muhammad SAW

   Maulid Nabi adalah peringatan hari lahir Nabi Muhammad SAW, yang di Indonesia perayaannya jatuh pada setiap tanggal 12 Rabiul Awal dalam penanggalan Hijriyah. Kata maulid atau milad dalam bahasa Arab berarti hari lahir. Perayaan Maulid Nabi merupakan tradisi yang berkembang di masyarakat Islam jauh setelah Nabi Muhammad SAW wafat. Secara subtansi, peringatan ini adalah ekspresi kegembiraan dan penghormatan kepada Nabi Muhammad.

   Peringatan hari lahir Nabi Muhammad SAW diyakini telah dikenal sejak tahun kedua hijriah. Namun, ada juga yang meyakininya telah ada sejak zaman Nabi Muhammad SAW. Perayaan maulid Nabi SAW sudah dilakukan masyarakat muslim sejak tahun kedua Hijriah. Catatan tersebut juga merujuk pada kitab “Wafa’ul Wafa bi Akhbar Darul Mustafa” karangan Nuruddin.

   Seorang Jenderal dan pejuang muslim asal Kurdi bernama Salahuddin Ayyubi ingin merayakan maulid Nabi menjadi tradisi bagi umat islam di seluruh dunia. Namun, gagasan Salahuddin ditentang oleh banyak ulama, Akan tetapi Salahuddin menegaskan bahwa perayaan maulid Nabi hanyalah kegiatan menyemarakkan syiar agama. Maka pada bulan Dzulhijjah yang bertepatan dengan bulan ibadah haji, Salahuddin yang pada saat itu sebagai penguasa Haramain mengeluarkan instruksi kepada seluruh jamaah haji agar segera mensosialisasikan kepada masyarakat islam yang berada di kampung halamannya untuk merayakan hari lahir Nabi Muhammad SAW.

   Akhirnya pada tahun 580 Hijriah atau 1184 Masehi bertepatan tanggal 12 Rabiul-Awwal dirayakannya Maulid Nabi dengan berbagai kegiatan yang membangkitkan semangat umat Islam. Pada saat itu Salahuddin mengadakan sayembara penulisan sejarah Nabi dan dimenangkan oleh Syeikh Al-Barzanji. Sejak saat itu maulid nabi dirayakan di seluruh dunia.

   Selamat Memperingati Hari Maulid Nabi Muhammad SAW 12 Rabiul-Awwal 1445 Hijriah!

        Commemorating the Birthday of the    Prophet Muhammad (SAW) 12 Rabiul-Awwal 1445 Hijriah

   Happy Commemoration of the Birthday of the Prophet

   Muhammad SAW Maulid Nabi is the commemoration of the birthday of the Prophet Muhammad, which in Indonesia is celebrated on every 12th of Rabiul Awal in the Hijri calendar. The word maulid or milad in Arabic means day of birth. The celebration of the Prophet’s birthday is a tradition that developed in the Islamic community long after the Prophet Muhammad died. In substance, this commemoration is an expression of joy and respect for the Prophet Muhammad.

   The commemoration of the birthday of the Prophet Muhammad is believed to have been known since the second year of hijri. However, there are also those who believe it has existed since the time of the Prophet Muhammad. The celebration of the Prophet’s maulid has been carried out by the Muslim community since the second year of Ilijri. The record also refers to the book “Wafa’ul Wafa bi Akhbar Darul Mustafa” by Nuruddin. 

  A Kurdish general and Muslim fighter named Salahuddin Ayyubi wanted to celebrate the Prophet’s birthday as a tradition for Muslims around the world. However, Salahuddin’s idea was opposed by many scholars, but Salahuddin emphasized that the celebration of the Prophet’s maulid was only an activity to enliven the religious syiar. So in the month of Dhul Hijjah which coincides with the month of Hajj. Salahuddin, who at that time was the ruler of Haramain, issued instructions to all pilgrims to immediately socialize to the Islamic community in their hometowns to celebrate the birthday of the Prophet Muhammad. 

   Finally, in 580 Hijri or 1184 AD, coinciding with the 12th of Rabiul-Awwal, the Maulid of the Prophet was celebrated with various activities that aroused the enthusiasm of Muslims. At that time Salahuddin held a competition to write the history of the Prophet and was won by Sheikh Al-Barzanji. Since then, the Prophet’s birthday has been celebrated all over the world. 

   Happy Birthday to the Prophet Muhammad (PBUH) 12 Rabiul-Awwal 1445 Hijri!







Sabtu, 09 September 2023

HARI OLAHRAGA NASIONAL

                  Hari Olahraga Nasional

   Selamat Memperingati Hari Olahraga Nasional!

   Penetapan Hari Olahraga Nasional tidak luput dari momen Pekan Olahraga Nasional (PON) pertama di Surakarta pada 9-12 September 1948 silam. Tujuan peringatan Haornas sendiri untuk meningkatkan rasa sportivitas di tanah air. Dikutip dari laman Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Sumatera Utara, kala itu PON digelar pada tahun 1948 karena atlet-atlet Indonesia tidak dapat turut serta dalam kompetisi olahraga dunia Olimpiade XIV/1948 di kota London, Inggris.

   Alasannya karena kemerdekaan dan kedaulatan Indonesia belum diakui oleh dunia serta paspor Indonesia juga tidak diakui oleh pemerintah Inggris. Namun, mereka dapat berpartisipasi dengan menggunakan paspor Belanda. Meski begitu, putra-putri Indonesia hanya ingin hadir sebagai perwakilan Indonesia. Penolakan pada kompetisi dunia membuat Persatuan Olahraga Republik Indonesia (PORI) memutuskan untuk menyelenggarakan kompetisi dalam negeri dengan nama Pekan Olahraga Nasional atau PON.

   PON menjadi bukti untuk menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia sanggup mengadakan acara olahraga berskala nasional. Pada saat itu, PON disambut dengan antusias oleh para atlet Indonesia. Hal itu terbukti dengan banyaknya atlet Indonesia yang hadir. Sebanyak 600 atlet mengikuti kompetisi PON dan bertanding pada 9 cabang olahraga untuk memperebutkan 108 medali. Adanya PON pada tanggal 9-12 September 1948 menjadi peringatan Hari Olahraga Nasional oleh masyarakat Indonesia. PON I disambut antusias oleh para atlet Indonesia.

   Hal tersebut terlihat dari banyaknya para atlet Indonesia sebanyak 600 atlet yang mengikuti kompetisi tersebut, dengan bertanding pada 9 cabang olahraga untuk merebutkan 108 mendali. Dengan diadakan PON I pada tanggal 9 – 12 September 1948 sebagai tanggal peringatan Hari Olahraga Nasional oleh masyarakat Indonesia. Selama penyelenggaraannya hingga saat ini, PON telah diselenggarakan sebanyak 19 kali. Namun, pada tahun 1965 kompetisi olahraga tersebut gagal diselenggarakan karena terjadinya peristiwa G30S PKI. Jadi bisa dikatakan jika PON baru diselenggarakan sebanyak 18 kali.

   PON I digelar karena pada tahun 1948 atlet-atlet Indonesia tidak bisa mengikuti kompetisi olahraga dunia Olimpiade XIV/1948 di kota London, Inggris. Hal ini disebabkan pada saat itu kemerdekaan dan kedaulatan Indonesia belum diperoleh pengakuannya oleh dunia serta paspor Indonesia pun juga tidak diakui oleh Pemerintah Inggris, namun mereka bisa berpartisipasi dengan ajang kompetisi dunia tersebut jika menggunakan paspor Belanda. Meskipun demikian, putra-putri Tanah Air hanya mau hadir di ajang tersebut sebagai perwakilan Indonesia.

   Penolakan tersebut membuat Persatuan Olahraga Republik Indonesia (PORI) memutuskan untuk menyelenggarakan kompetisi dalam negeri yang diberi nama Pekan Olahraga Nasional. Hal ini sebagai bukti untuk menunjukkan kepada mata dunia bahwa pada saat itu bangsa Indonesia sanggup mengadakan acara olahraga dengan skala nasional.

   Selamat Memperingati Hari Olahraga Nasional!

                     National Sports Day

   Happy Commemorating National Sports Day!

   The establishment of the National Sports Day did not escape the moment of the first National Sports Week (PON) in Surakarta on 9-12 September 1948. The purpose of the Haornas commemoration itself is to increase a sense of sportsmanship in the country. Quoted from the website of the North Sumatra Province Youth and Sports Office, at that time PON was held in 1948 because Indonesian athletes could not participate in world sports competitions at the XIV/1948 Olympics in London, England.

   The reason is because Indonesia’s independence and sovereignty have not been recognized by the world and Indonesian passports are also not recognized by the British government. However, they can participate using a Dutch passport. Even so, Indonesian sons and daughters only wanted to attend as representatives of Indonesia. The rejection of world competition made the Republic of Indonesia Sports Association (PORI) decide to hold a domestic competition called the National Sports Week or PON.

   PON is proof to show the world that Indonesia is capable of holding national-scale sporting events. At that time, PON was enthusiastically welcomed by Indonesian athletes. This was proven by the many Indonesian athletes who attended. As many as 600 athletes took part in PON competitions and competed in 9 sports to fight for 108 medals. The existence of PON on 9-12 September 1948 was a commemoration of National Sports Day by the Indonesian people. PON I was enthusiastically welcomed by Indonesian athletes.

   This can be seen from the number of Indonesian athletes as many as 600 athletes who took part in the competition, by competing in 9 sports to win 108 medals. By holding PON I on 9-12 September 1948 as the date of commemoration of National Sports Day by the people of Indonesia. During its implementation until now, PON has been held 19 times. However, in 1965 the sports competition failed to be held due to the G30S PKI incident. So it can be said that PON has only been held 18 times.

   PON I was held because in 1948 Indonesian athletes could not take part in the world sports competition at the XIV/1948 Olympics in London, England. This was because at that time Indonesia’s independence and sovereignty had not yet been recognized by the world and Indonesian passports were also not recognized by the British Government, but they could participate in the world competition if they used a Dutch passport. Even so, the sons and daughters of the country only wanted to attend the event as representatives of Indonesia.

   This rejection made the Indonesian Sports Association (PORI) decide to hold a domestic competition called the National Sports Week. This is proof to show the eyes of the world that at that time the Indonesian people were capable of holding sporting events on a national scale.

    Happy Commemorating National Sports Day!

Kamis, 17 Agustus 2023

HARI KEMERDEKAAN INDONESIA 2023

               Hari Kemerdekaan Indonesia

   Selamat Memperingati Hari Kemerdekaan Indonesia!

   Tanggal 17 Agustus menjadi hari paling bersejarah bagi kemerdekaan Negara Indonesia. Sejarah rangkaian peristiwa 17 Agustus 1945 menjadi titik akhir masa penjajahan di Indonesia. Pada tanggal 17 Agustus 1945 tepatnya pukul 10.00 WIB proklamasi kemerdekaan RI dibacakan oleh Ir Soekarno didampingi Mohammad Hatta. Tentunya proklamasi kemerdekaan Indonesia pada saat itu tak datang begitu saja, terdapat serangkaian peristiwa yang melibatkan perjuangan para pemimpin dan tokoh pemuda.

   Sejarah Proklamasi Kemerdekaan RI Melansir dari situs resmi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), proklamasi kemerdekaan RI diawali dari kekalahan Jepang dalam perang dunia kedua. Hal itu ditandai dengan jatuhnya bom atom di Kota Hiroshima, Jepang oleh Amerika Serikat pada 6 Agustus 1945. Tiga hari kemudian, Amerika Serikat kembali menjatuhkan bom atom kedua dijatuhkan di atas Nagasaki pada tanggal 9 Agustus 1945. Peristiwa ini memaksa Kaisar Jepang Hirohito menyerah kepada Amerika Serikat dan sekutunya pada 15 Agustus 1945. Kabar tersebut kemudian beredar dari siaran radio.

    Golongan muda kemudian mendesak Soekarno dan Hatta memanfaatkan situasi tersebut dengan menyatakan proklamasi. Namun dwitunggal Soekarno dan Hatta menolak karena belum ada pernyataan resmi dari pemerintah Jepang. Pada tanggal 10 Agustus 1945, Soekarno dan Hatta didampingi Radjiman Wedyodiningrat diterbangkan ke Dalat, Vietnam untuk bertemu dengan Marsekal Terauchi. Pada tanggal 12 Agustus 1945, Marsekal Terauchi mengumumkan jika Jepang sudah berada di ambang kekalahan. Pemerintah Jepang menyatakan segera memberikan kemerdekaan kepada Indonesia dan proklamasi kemerdekaan dapat dilaksanakan dalam beberapa hari. Sepulang dari Dalat, Soekarno dan Hatta diamankan para pemuda di bawah pimpinan Sukarni, Chairul Saleh, dan Wikana pada 16 Agustus 1945.

   Ibu Fatmawati dan Guntur (anak Soekarno yang masih berusia 9 bulan) turut dibawa ke Rengasdengklok dengan harapan dwitunggal segera memproklamirkan kemerdekaan Indonesia. Namun sepanjang hari 16 Agustus 1945 itu tidak tercapai kesepakatan apapun.

   Ahmad Soebardjo lalu datang dan berusaha membujuk para pemuda untuk melepaskan dwitunggal Akhirnya mereka bersedia dengan jaminan oleh Soebardjo bahwa proklamasi akan terjadi esok hari. Malam itu juga, rombongan berangkat ke Jakarta, menuju rumah Laksamana Maeda di Meiji Dori Nomor 1 untuk membahas masalah tersebut.

   Selamat Memperingati Hari Ulang Tahun Ke-78 Republik Indonesia.

             Indonesian Independence day

   Happy Commemorating Indonesian Independence Day!

   August 17th is the most historic day for the independence of the State of Indonesia. The history of the series of events on 17 August 1945 became the end point of the colonial period in Indonesia. On August 17, 1945, at 10.00 WIB, the proclamation of Indonesian independence was read by Ir Soekarno accompanied by Mohammad Hatta. Of course the proclamation of Indonesian independence at that time did not come just like that, there were a series of events that involved the struggles of youth leaders and figures.

   History of the Proclamation of Indonesian Independence Launching from the official website of the Ministry of Education and Culture (Kemendikbud), the proclamation of Indonesian independence began with Japan’s defeat in the second world war. This was marked by the dropping of an atomic bomb on Hiroshima City, Japan by the United States on August 6, 1945. Three days later, the United States again dropped a second atomic bomb dropped on Nagasaki on August 9, 1945. This event forced Japanese Emperor Hirohito to surrender to America Union and its allies on August 15, 1945. The news was then circulated from radio broadcasts.

   The younger group then urged Soekarno and Hatta to take advantage of the situation by declaring a proclamation. However, the dual Sukarno and Hatta refused because there was no official statement from the Japanese government. On August 10, 1945, Soekarno and Hatta accompanied by Radjiman Wedyodiningrat were flown to Dalat, Vietnam to meet with Marshal Terauchi. On August 12, 1945, Marshal Terauchi announced that Japan was on the verge of defeat. The Japanese government declared that it would immediately grant independence to Indonesia and the proclamation of independence could be carried out in a few days. After returning from Dalat, Soekarno and Hatta were arrested by youths under the leadership of Sukarni, Chairul Saleh, and Wikana on August 16, 1945.

   Mother Fatmawati and Guntur (Soekarno’s 9-month-old child) were also taken to Rengasdengklok with the hope that the dwitunggal would soon proclaim Indonesian independence. However, during the day of August 16, 1945, no agreement was reached.

   Ahmad Soebardjo then came and tried to persuade the youths to renounce the duality. Finally, they agreed with Soebardjo’s guarantee that the proclamation would take place the next day. That same night, the delegation left for Jakarta, heading to Admiral Maeda’s house at Meiji Dori No. 1 to discuss the matter.

   Happy Commemorating the 78th Birthday of the Republic of Indonesia.

Senin, 14 Agustus 2023

HARI PRAMUKA 2023

              Memperingati Hari Pramuka


   Selamat memperingati hari Pramuka!

   Hari Pramuka ialah hari yang diperingati sebagai hari lahirnya Gerakan Pramuka di Indonesia. Hari Pramuka diperingati setiap tanggal 14 Agustus. Hari Pramuka yang ditetapkan pada tanggal 14 Agustus itu berdasarkan pada sejarah lahirnya gerakan kepramukaan di Indonesia. Hari Pramuka atau Hari Pramuka Nasional ialah hari yang diperingati sebagai hari lahirnya Gerakan Pramuka di Indonesia. Lahirnya Gerakan Pramuka Indonesia itu berdasarkan adanya Kepanduan Nasional yang telah ada sejak 1923. Namun, Gerakan Pramuka Indonesia mulai diresmikan pada 14 Agustus 1961 oleh Presiden Soekarno.

   Sejarah Hari Pramuka di Indonesia: Pada 1923, gerakan kepanduan nasional mulanya ditandai dengan berdirinya Nationale Padvinderij Organisatie (NPO) di Bandung serta Jong Indonesische Padvinderij Organisatie (JIPO) di Batavia. Kemudian pada 1936, kedua gerakan itu melebur menjadi satu menjadi Indonesische Nationale Padvinderij Organisatie (INPO).

   Gerakan kepanduan nasional mulai populer di kalangan masyarakat Indonesia. Sampai pada akhirnya setelah masa kemerdekaan gerakan kepramukaan di Indonesia mulai diresmikan. Pada 14 Agustus 1961 dilaksanakan MAPINAS (Majelis Pimpinan Nasional) yang diketuai Presiden Soekarno, wakil ketua I Sultan Hamengkubuwono IX dan wakil ketua II Brigjen TNI Dr. A. Azis Saleh. Hal itu untuk meresmikan Gerakan Pramuka di Indonesia sekaligus diperkenalkan pula istilah Pramuka untuk pertama kalinya oleh Sultan Hamengkubuwono IX.

   Peristiwa itu merupakan peristiwa sejarah lahirnya Hari Pramuka di Indonesia dan dikenal dengan nama Hari Pramuka atau Hari Pramuka Nasional. Kini setiap 14 Agustus diperingati sebagai Hari Pramuka Nasional.

   Selamat Memperingati Hari Pramuka ke 62 Tahun 2023!

   “Pramuka mengajarkan kebersamaan, kedisiplinan, kemandirian jiwa korsa dan semangat pantang menyerah.”




                        Happy Scout Day!


   Happy scout day!

   Scout Day is a day commemorated as the birthday of the Scout Movement in Indonesia. Scout Day is celebrated every August 14. Scout Day, which is set on August 14, is based on the history of the birth of the scouting movement in Indonesia. Scout Day or National Scout Day is a day commemorated as the birthday of the Scout Movement in Indonesia. The birth of the Indonesian Scout Movement was based on the existence of National Scouting which had existed since 1923. However, the Indonesian Scout Movement was inaugurated on August 14, 1961 by President Soekarno.

   History of Scout Day in Indonesia: In 1923, the national scouting movement was initially marked by the establishment of the Nationale Padvinderij Organisatie (NPO) in Bandung and Jong Indonesische Padvinderij Organisatie (JIPO) in Batavia. Then in 1936, the two movements merged into one to become the Indonesische Nationale Padvinderij Organisatie (INPO).

   The national scouting movement began to gain popularity among the Indonesian people. Until finally after the independence period the scouting movement in Indonesia began to be formalized. On August 14, 1961. MAPINAS (National Leadership Assembly) was held, chaired by President Soekarno, vice chairman I Sultan Hamengkubuwono IX and vice chairman II Brigadier General Dr. A. Azis Saleh. This was to formalize the Scout Movement in Indonesia. The term Scout was also introduced for the first time by Sultan Hamengkubuwono IX.

   This event was the historical event of the birth of Scout Day in Indonesia and is known as Scout Day or National Scout Day. Now every August 14 is commemorated as National Scout Day.

   Happy 62nd Scout Day 2023!

   “Scouting teaches togetherness, discipline, independence and an unyielding spirit.”