Rock On

Selasa, 04 Februari 2025

Hari Kanker Sedunia

 Memperingati Hari Kanker Sedunia 2025  

Selamat Memperingati Hari Kanker Sedunia 

Tanggal 4 Februari setiap tahunnya, diperingati sebagai Hari Kanker Sedunia untuk meningkatkan kesadaran global terhadap penyakit kanker, mengedukasi, dan memberi semangat kepada para penderita yang sedang berjuang melawan kanker. Hari Kanker Sedunia dipelopori oleh Union for International Cancer Control (UICC), untuk mendukung Deklarasi Kanker Dunia yang dibuat pada tahun 2008.  

Apa itukanker’? Kanker merupakan penyakit yang disebabkan oleh pertumbuhan sel abnormal yang membelah tanpa kontrol, merusak sel normal di sekitarnya, dan mampu menyerang jaringan lain. Sel-sel kanker menyebar ke bagian lain dari tubuh melalui darah dan sistem limfe. Kanker lebih banyak menyebabkan kematian daripada AIDS, Malaria, dan TBC. Gejala kanker sangat bervariasi, atau mungkin tidak terjadi sama sekali. Beberapa pasien memiliki benjolan yang tidak normal, demam yang tidak dapat dijelaskan, keringat di malam hari, atau penurunan berat badan yang tidak disengaja. Contohnya kanker paru-paru, gejalanya yaitu termasuk batuk (sering dengan darah), nyeri dada, napas berbunyi, dan penurunan berat badan. Gejala ini sering tidak muncul sampai kanker sudah pada tahapan lanjut. Lalu kanker payudara, gejala kanker payudara termasuk benjolan di payudara, keluarnya cairan berdarah dari puting, dan perubahan bentuk atau tekstur puting atau payudara 


Kanker paru-paru merupakan kanker paling mematikan di dunia, sementara di Indonesia adalah kanker payudara. DI Indonesia, kanker payudara merupakan jenis kanker tertinggi pada pasien rawat inap, maupun rawat jalan di seluruh rumah sakit dengan jumlah pasien sebanyak 12.104 orang pasien. Menurut Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) penduduk Indonesia yang terkena kanker meningkat dari 1,4% di tahun 2013 menjadi 1,8% di 2018.  


Cara menghindari penyakit kanker dapat dilakukan dengan deteksi dini penyakit kanker dengan menjalani beberapa test atau pemeriksaan oleh dokter. Selain pemeriksaan secara medis, pastikan anda mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat. Dengan cara berolahraga minimal 15 menit sehari. Diet yang seimbang sangat mempengaruhi, terutama konsumsi makanan yang sehat dan memenuhi gizi seimbang. Dan tidur yang cukup, minimal enam sampai delapan jam setiap harinya.   

  

Selamat Memperingati Hari Kanker Sedunia, “Untuk mereka yang sedang berjuang melawan kanker, terus semangat, ya. Kami ada di sini untuk mendukungmu.”  


Commemorating World Cancer Day 2025  

Happy World Cancer Day!  

Every year, February 4th is celebrated as World Cancer Day to raise global awareness of cancer, educate, and encourage those who are fighting cancer. World Cancer Day was initiated by the Union for International Cancer Control (UICC), to support the World Cancer Declaration made in 2008.  

What is 'cancer'? Cancer is a disease caused by the growth of abnormal cells that divide without control, damaging normal cells around them, and can invade other tissues. Cancer cells spread to other parts of the body through the blood and lymphatic system. Cancer causes more deaths than AIDS, Malaria, and Tuberculosis. Symptoms of cancer vary widely, or may not occur at all. Some patients have abnormal lumps, unexplained fevers, night sweats, or unintentional weight loss. For example, lung cancer, symptoms include coughing (often with blood), chest pain, noisy breathing, and weight loss. These symptoms often do not appear until the cancer is in an advanced stage. Then breast cancer, symptoms of breast cancer include lumps in the breast, bloody discharge from the nipple, and changes in the shape or texture of the nipple or breast. Lung cancer is the deadliest cancer in the world, while in Indonesia it is breast cancer. In Indonesia, breast cancer is the highest type of cancer in hospitalized patients, as well as outpatients in all hospitals with a total of 12,104 patients. According to the Basic Health Research (Riskesdas), the number of Indonesians affected by cancer increased from 1.4% in 2013 to 1.8% in 2018. 

 

How to avoid cancer can be done by early detection of cancer by undergoing several tests or examinations by a doctor. In addition to medical examinations, make sure you change your lifestyle to be healthier. By exercising at least 15 minutes a day. A balanced diet is very influential, especially the consumption of healthy foods and fulfilling balanced nutrition. And enough sleep, at least six to eight hours every day. 

 

  

Happy World Cancer Day, “For those who are fighting cancer, keep up the spirit. We are here to support you.” 

 

Rabu, 15 Januari 2025

MEMPERINGATI HARI DHARMA SAMUDRA

Memperingati Hari Dharma Samudra

Selamat Memperingati Hari Dharma Samudra!

Tanggal 15 Januari diperingati sebagai Hari Dharma Samudra di Indonesia. Hari Dharma Samudera diperingati untuk mengenang sejarah Pertempuran Laut Aru yang terjadi pada 15 Januari 1962 silam. Kala itu tentara Indonesia bertempur melawan tentara Belanda untuk pembebasan Irian Barat (Papua) di Perairan Maluku. Selain itu tujuan diperingatinya Hari Dharma Samudera setiap tanggal 15 Januari adalah juga untuk mengenang peristiwa heroik dalam sejarah Angkatan Laut Indonesia. Hal ini ditunjukkan oleh para pelaut di bawah kepemimpinan Komodor Yos Sudarso. 

Pertempuran Laut Aru yang terjadi di Perairan Maluku merupakan peristiwa operasi militer yang digelar sebagai tindak lanjut dari operasi Trikora (Tri Komando Rakyat), yang bertujuan untuk membebaskan dan merebut kembali wilayah Irian Barat (Papua), dengan melawan pasukan Belanda. Pada 2 Januari 1962, sebagai tindak lanjut Trikora, Presiden/Panglima Tertinggi ABRI/Panglima Besar KOTI Pembebasan Irian Barat mengeluarkan Keputusan Presiden Nomor I Tahun 1962 tentang pembentukan Komando Mandala, yang dikomandoi oleh Mayor Jenderal (Mayjen) Soeharto. Dalam rangka pembebasan Irian Barat, disusunlah Operasi Jayawijaya. Pada 12 Januari 1962, tiga unit motor torpedo boat (MTB) yang tergabung dalam kesatuan patroli cepat, yaitu KRI Macan Tutul, KRI Harimau, dan KRI Macan Kumbang mengadakan patroli rutin di sekitar Laut Aru (Arafura). Operasi tersebut diketahui oleh Belanda. Hingga pada 15 Januari 1962, kapal-kapal MTB diserang dari laut dan udara. Dalam serangan tersebut, KRI Macan Tutul tenggelam bersama Komodor Yos Sudarso dan Kapten Wiratno beserta pasukannya. 

Peristiwa ini dikenang sebagai Pertempuran Laut Aru. Setelah peristiwa itu, pertempuran laut antara Indonesia dan Belanda tidak pernah terjadi lagi, usai Irian Barat (Papua) memilih bergabung dengan Indonesia. Pertempuran di Laut Aru menjadi peristiwa sejarah yang heroik bagi bangsa Indonesia dan kemudian diperingati sebagai Hari Dharma Samudera.Sebagai informasi, Trikora sendiri merupakan puncak atau langkah terakhir perjuangan pembebasan lrian Barat (Papua). Perjuangan pembebasan dalam politik konfrontasi ini dilakukan sejak 14 Desember 1961, dirumuskan oleh Dewan Pertahanan Nasional dan diumumkan oleh Presiden Soekarno. Perumusan Tri Komando Rakyat atau Trikora oleh Presiden Soekarno dilakukan pada 19 Desember 1961 di Yogyakarta. Tanggal tersebut kemudian diperingati setiap tahunnya sebagai Hari Trikora.

 

Selamat Memperingati Hari Dharma Samudra, ”Kobarkan Semangat Pertempuran Prajurit Yang Tangguh, Profesional dan Modern”.

Commemorating Dharma Samudra Day

Happy Dharma Samudra Day !

January 15 is commemorated as Dharma Samudra Day in Indonesia. Dharma Samudera Day is

commemorated to commemorate the history of the Battle of the Arafura Sea which took place on

January 15, 1962. At that time, the Indonesian army fought against the Dutch army for the liberation of

West Irian (Papua) in the Maluku Waters. In addition, the purpose of commemorating Dharma Samudera

Day every January 15 is also to commemorate the heroic events in the history of the Indonesian Navy.

This was demonstrated by the sailors under the leadership of Commodore Y os Sudarso.

The Battle of the Arafura Sea that took place in the Maluku Waters was a military operation event held as

a follow-up to the Trikora (Tri Komando Rakyat) operation, which aimed to liberate and reclaim the

territory of West Irian (Papua), by fighting the Dutch troops. On January 2, 1962, as a follow-up to

Trikora, the President/Supreme Commander of the ABRI/Commander-in-Chief of the West Irian

Liberation KOTI issued Presidential Decree Number I of 1962 concerning the formation of the Mandala

Command, which was commanded by Major General (Mayjen) Soeharto. In order to liberate West Irian,

Operation Jayawijaya was prepared. On January 12, 1962, three motor torpedo boat (MTB) units that

were part of the fast patrol unit, namely KRI Macan Tutul, KRI Harimau, and KRI Macan Kumbang

conducted routine patrols around the Arafura Sea. The operation was discovered by the Dutch. Until

January 15, 1962, the MTB ships were attacked from the sea and air. In the attack, KRI Macan Tutul

sank along with Commodore Y os Sudarso and Captain Wiratno and his troops.

This event is remembered as the Battle of the Arafura Sea. After that event, sea battles between Indonesia

and the Netherlands never happened again, after West Irian (Papua) chose to join Indonesia. The Battle

of the Arafura Sea became a heroic historical event for the Indonesian nation and was later

commemorated as Dharma Samudera Day. For information, Trikora itself was the peak or final step of

the struggle for the liberation of West Irian (Papua). The liberation struggle in this confrontational politics

was carried out since December 14, 1961, formulated by the National Defense Council and announced by

President Soekarno. The formulation of the People's Tri Command or Trikora by President Soekarno was

carried out on December 19, 1961 in Y ogyakarta. That date is then commemorated every year as Trikora

Day.

Happy Dharma Samudra Day,

"Ignite the Fighting Spirit of Strong, Professional and Modern Soldiers"

.

Rabu, 25 Desember 2024

SELAMAT MEMPERINGATI HARI NATAL

Memperingati Hari Natal 2024

Selamat Memperingati Hari Natal 2024!

Umat kristiani di seluruh dunia merayakan Hari Natal setiap 25 Desember. Natal merupakan perayaan hari kelahiran YesusKristus.

Dalam bahasa Inggris, Natal disebut Chrismas yang artinyaMass of Chirst atau Christ Mass. Itu diartikan sebagai hari untukmerayakan kelahiran Yesus.

Perayaan Natal sudah ada selama dua milenium. Perayaan diisidengan hal yang bersifat religius dan sekuler.

Umat Kristiani merayakan Natal untuk memperingati kelahiranYesus. Biasanya, mereka bertukar hadiah, mendekorasi pohonnatal, misa di gereja, berbagi makanan dengan keluarga danteman, hingga menunggu kedatangan Sinterklas. Di AmerikaSerikat, Hari Natal telah menjadi hari libur federal sejak 1870.

Awal Mula Perayaan Natal

Berabad-abad sebelum kedatangan Yesus, orang Eropabersukacita selama titik balik musim dingin. Ketika musimdingin telah berakhir, mereka menantikan hari yang lebihpanjang dengan sinar matahari yang lebih panjang.

Semua orang berpesta sampai kayu-kayu tersebut habis dibakar, sekitar 12 hari. Sapi dan babi disembelih sehingga mereka tidakperlu memberi makan hewan ternak selama musim dingin.

Di Roma yang tidak memiliki musim dingin ekstrem, merekamerayakan Saturnalia. Itu merupakan perayaan yang dilakukanuntuk menghormati Dewa Saturnus, sang dewa pertanian.

Perayaan itu digelar pada minggu menjelang titik balik mataharimusim dingin dan berlanjut selama sebulan penuh. Itumerupakan masa hedonistik di mana makanan dan minumanberlimpah.

Selama sebulan, budak akan menjadi tuan, para petanimenguasai kota. Bisnis dan sekolah akan ditutup sehinggasemua orang dapat ikut bersenang-senang.

Selain Saturnalia, mereka juga merayakan Juvenilia, yaitu pestauntuk menghormati anak-anak Roma. Anggota kelas atas jugaseringkali merayakan hari lahir Mithra, yaitu dewa matahariyang tak terkalahkan pada 25 Desember. Ulang tahun Mithradipercaya sebagai hari yang paling sakral dalam satu tahun.

Di awal tahun kekristenan, kelahiran Yesus tidak pernahdirayakan. Namun pada abad keempat, bapak gerejamemutuskan melembagakan kelahiran Yesus sebagai hari libur.

Tanggal kelahiran Yesus tidak disebutkan dalam Alkitab. NamunPaus Julius I memilih 25 Desember sebagai pesta kelahiranYesus.

Sehingga Natal digelar pada waktu yang sama dengan festival titik balik Matahari di musim dingin. Para pemimpin gerejamengukuhkan Natal dirayakan setiap tahun pada 25 Desember.

Umat kristiani berbagi kasih di momen Natal. Natal dirayakandengan meriah. Ada lagu natal, ornamen hingga pohon natal digereja-gereja, pusat perbelanjaan hingga perkantoran.

Natal juga identik dengan sosok Sinterklas yang digambarkansebagai kakek bertubuh tambun, ramah, berjanggut putih danberkacamata. Ia mengenakan topi dan setelan hangat berwarnamerah dengan kerah bulu-bulu putih. Ia juga membawa tas besarberisi hadiah untuk anak-anak baik.

Meski demikian, Natal tetap berfokus pada rasa syukur kepadaTuhan. Makna yang terpenting dalam Natal lebih kepadakelahiran Yesus.

Kelahiran Yesus diyakini sebagai bentuk kasih sayang Tuhankepada hamba. Yang mana Tuhan menginginkan hamba bisadiselamatkan dari dosa-dosa.

Celebrating Christmas 2024

Merry Christmas 2024!

Christians around the world celebrate Christmas every December 25th. Christmas is a celebration of the

birth of Jesus Christ. In English, Christmas is called Chrismas which means Mass of Chirst or Christ

Mass. It is interpreted as a day to celebrate the birth of Jesus. Christmas celebrations have been around for

two millennia. The celebration is filled with religious and secular things.

Christians celebrate Christmas to commemorate the birth of Jesus. Usually, they exchange gifts, decorate

Christmas trees, attend mass at church, share food with family and friends, and wait for the arrival of

Santa Claus. In the United States, Christmas Day has been a federal holiday since 1870. The Beginning of

Christmas Centuries before the arrival of Jesus, Europeans rejoiced during the winter solstice. When

winter was over, they looked forward to longer days with more sunlight. Everyone partied until the wood

was burned, about 12 days. Cows and pigs were slaughtered so that they would not have to feed the

livestock during the winter. In Rome, which did not have a severe winter, they celebrated Saturnalia. It was

a celebration held in honor of the god Saturn, the god of agriculture. The celebration was held in the week

leading up to the winter solstice and continued for a whole month. It was a hedonistic time where food

and drink were abundant. For a month, slaves would become masters, and farmers ruled the city.

Businesses and schools would close so that everyone could join in the fun. In addition to Saturnalia, they

also celebrated Juvenilia, a festival honoring the children of Rome. Members of the upper class also often

celebrated the birthday of Mithras, the invincible sun god, on December 25. Mithra's birthday was

believed to be the most sacred day of the year. In the early Christian year, the birth of Jesus was never

celebrated. However, in the fourth century, the church fathers decided to institute the birth of Jesus as a

holiday. The date of Jesus' birth is not mentioned in the Bible. However, Pope Julius I chose December 25

as the feast of Jesus' birth.

So Christmas was held at the same time as the winter solstice festival. Church leaders confirmed that

Christmas would be celebrated every year on December 25.

Christians share love at Christmas. Christmas is celebrated with great joy. There are Christmas songs,

ornaments and Christmas trees in churches, shopping centers and offices. Christmas is also identical with

the figure of Santa Claus who is depicted as a chubby, friendly grandfather, with a white beard and glasses.

He wears a hat and a warm red suit with a white fur collar. He also carries a large bag filled with gifts for

good children. However, Christmas still focuses on gratitude to God. The most important meaning in

Christmas is more about the birth of Jesus. The birth of Jesus is believed to be a form of God's love for his

servants. Which God wants his servants to be saved from sins.

Merry Christmas,

“May the harmony of Christmas warm your home and fill your heart with boundless joy.


Selamat Memperingati Hari Natal, “Semogakeharmonisan Natal menghangatkan rumahmu danmemenuhi hatimu dengan sukacita yang tak terbatas.”


Sabtu, 21 Desember 2024

SELAMAT MEMPERINGATI HARI IBU

Memperingati Hari Ibu Nasional 2024

Selamat Memperingati Hari Ibu Nasional 2024!

Tanggal 22 Desember ditetapkan sebagai Hari Ibu merujuk pada hari pertama penyelenggaraan Kongres Perempuan Indonesia I pada 22 Desember 1928. Kongres Perempuan Indonesia I diselenggarakan selama empat hari, yakni pada 22-25 Desember 1928, di gedung Dalem Joyodipuran, Yogyakarta.

Kongres Perempuan Indonesia I merupakan momentum bersejarah bagi pergerakan dan perjuangan perempuan. Sebelum penyelenggaraan Kongres Perempuan Indonesia I, para perempuan terpelajar telah aktif dalam pergerakan dengan bergabung dalam organisasi-organisasi pemuda, seperti Jong Java, Jong Sumatranen Bond, Jong Celebes, Jong Islamieten Bond, dan lain-lain.

Diilhami oleh gagasan kedudukan perempuan dalam masyarakat Indonesia yang disampaikan oleh Bahder Djohan dalam Kongres Pemuda I pada 1926, para perempuan mulai memperjuangkan emansipasinya, terutama di bidang politik dan pendidikan.

Setelah Kongres Pemuda II yang digelar pada Oktober 1928, pengaruh kebangsaan semakin berkobar dalam pergerakan perempuan. Atas dasar persatuan dan kebangsaan, organisasi-organisasi perempuan sepakat mengadakan kongres.

Kongres Perempuan Indonesia I digagas oleh tujuh organisasi perempuan, yang diketuai oleh RA Soekonto. Kongres Perempuan Indonesia I terlaksana pada 22-25 Desember 1928, di Yogyakarta. Tujuan Kongres Perempuan Indonesia I adalah untuk menyatukan seluruh organisasi perempuan saat itu di dalam suatu badan federasi tanpa memandang latar belakang agama, politik, dan kedudukan sosial dalam masyarakat.

Kongres Perempuan Indonesia I dihadiri sekitar 1.000 orang, yang terdiri dari 30 organisasi perempuan dari Jawa dan Sumatera, serta perwakilan dari organisasi laki-laki, seperti Budi Utomo, Partai Nasional Indonesia (PNI), Pemuda Indonesia, Partai Sarekat Islam, Walfadjri, Jong Java, Jong Madura, Muhammadiyah, dan Jong Islaminten Bond. Hal utama yang dibahas dalam Kongres Perempuan Indonesia I adalah tentang pendidikan, perkawinan, dan perlindungan perempuan dan anak-anak.

Salah satu hasil penting dari penyelenggaraan Kongres Perempuan Indonesia II yakni mendirikan Perikatan Perkumpulan Perempuan Indonesia (PPPI).

Kongres Perempuan Indonesia I merupakan peristiwa bersejarah bagi kebangkitan kaum perempuan dalam merebut kemerdekaan dan memperjuangkan hak-hak mereka. Oleh sebab itu, untuk menghargai jasa para tokoh perempuan dan para ibu di Indonesia, hari pertama penyelenggaraan Kongres Perempuan Indonesia I pada 22 Desember 1928 ditetapkan sebagai Hari Ibu.

 

Selamat Hari Ibu Nasional, “Hari di mana kita merayakan keajaiban cinta seorang ibu, pahlawan tanpa tanda jasa yang selalu menghadirkan kehangatan dalam keluarga kita.”

Happy National Mother's Day 2024!

December 22nd was designated as Mother's Day referring to the first day of the First Indonesian Women's

Congress on December 22nd, 1928. The First Indonesian Women's Congress was held for four days,

namely on December 22-25, 1928, at the Dalem Joyodipuran building, Y ogyakarta. The First Indonesian

Women's Congress was a historic moment for the women's movement and struggle. Before the First

Indonesian Women's Congress, educated women had been active in the movement by joining youth

organizations, such as Jong Java, Jong Sumatranen Bond, Jong Celebes, Jong Islamieten Bond, and others.

Inspired by the idea of the position of women in Indonesian society conveyed by Bahder Djohan at the

First Y outh Congress in 1926, women began to fight for their emancipation, especially in the fields of

politics and education.

After the Second Y outh Congress held in October 1928, the influence of nationalism grew stronger in the

women's movement. On the basis of unity and nationality, women's organizations agreed to hold a

congress. The First Indonesian Women's Congress was initiated by seven women's organizations, chaired

by RA Soekonto. The First Indonesian Women's Congress was held on December 22-25, 1928, in

Y ogyakarta. The aim of the First Indonesian Women's Congress was to unite all women's organizations at

that time in a federation without regard to religious background, politics, and social status in society.

The First Indonesian Women's Congress was attended by around 1,000 people, consisting of 30 women's

organizations from Java and Sumatra, as well as representatives from men's organizations, such as Budi

Utomo, the Indonesian National Party (PNI), Indonesian Y outh, the Islamic Union Party, Walfadjri, Jong

Java, Jong Madura, Muhammadiyah, and Jong Islaminten Bond. The main issues discussed in the First

Indonesian Women's Congress were education, marriage, and the protection of women and children.

One of the important results of the Second Indonesian Women's Congress was the establishment of the

Indonesian Women's Association (PPPI).

The First Indonesian Women's Congress was a historic event for the rise of women in gaining

independence and fighting for their rights. Therefore, to appreciate the services of women figures and

mothers in Indonesia, the first day of the First Indonesian Women's Congress on December 22, 1928 was

designated as Mother's Day.

Happy National Mother's Day,

"A day where we celebrate the miracle of a mother's love, an unsung her who always brings warmth to our families.”

 

Senin, 25 November 2024

SELAMAT MEMPERINGATI GURU NASIONAL

Memperingati Hari Guru Nasional

Selamat Memperingati Hari Guru Nasional!

Peringatan Hari Guru Nasional di Indonesia jatuh pada tanggal 25 November setiap tahunnya, bertepatan dengan berdirinya Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) pada tahun 1945. Dilansir dari laman Direktorat Guru Pendidikan Dasar sebelumnya, organisasi ini bernama Persatuan Guru Hindia Belanda (PGHB) yang didirikan pada tahun 1912. 

Anggotanya terdiri dari kepala sekolah, guru desa, guru bantu, serta perangkat sekolah lainnya. Pada 1932, PGHB mengganti namanya menjadi Persatuan Guru Indonesia (PGI). Namun, pada masa penjajahan Belanda, PGI sempat dilarang beraktivitas karena dianggap sebagai ancaman terhadap penjajah.

Setelah proklamasi kemerdekaan Indonesia, PGI menggelar Kongres Guru Indonesia pertama di Surakarta pada tanggal 24-25 November 1945. Kongres ini menghasilkan beberapa keputusan penting, termasuk menghapuskan perbedaan suku, ras, agama, dan politik, serta mengusung cita-cita kemerdekaan Indonesia melalui PGRI.

Pada 1994, Presiden Soeharto menetapkan 25 November sebagai Hari Guru Nasional berdasarkan Keputusan Presiden No 8 Tahun 1994. Hari Guru Nasional bertujuan memberikan penghormatan dan apresiasi kepada para guru di Indonesia atas dedikasi dalam mendidik dan membentuk karakter peserta didik.

Peringatan ini juga bertepatan dengan ulang tahun PGRI. Namun, peringatan Hari Guru Nasional tidak disertai dengan hari libur nasional. Biasanya, sekolah-sekolah di Indonesia mengadakan upacara untuk merayakan hari ini, sementara acara puncak dilaksanakan pemerintah pusat di Jakarta.

 

Selamat Hari Guru Nasional 2024, “Terima kasih telah menanamkan ilmu dan nilai-nilai luhur dalam diri kami, jasamu tak akan pernah kami lupakan.”

 

Commemorating National Teachers' Day

Happy National Teachers' Day!

National Teachers' Day in Indonesia falls on November 25 every year, coinciding with the establishment of the Indonesian Teachers Association (PGRI) in 1945. Reporting from the Directorate of Primary Education Teachers page, this organization was previously called the Dutch East Indies Teachers Association (PGHB) which was founded in 1912. 

Its members consisted of school principals, village teachers, auxiliary teachers, and other school officials. In 1932, the PGHB changed its name to the Indonesian Teachers Association (PGI). However, during the Dutch colonial period, PGI was banned from activities because it was considered a threat to the colonizers.

After the proclamation of Indonesian independence, PGI held the first Indonesian Teachers Congress in Surakarta on November 24-25, 1945. The congress made several important decisions, including eliminating ethnic, racial, religious and political differences, and promoting the ideals of Indonesian independence through PGRI.

In 1994, President Soeharto established November 25 as National Teachers' Day based on Presidential Decree No. 8 of 1994. National Teachers' Day aims to honor and appreciate teachers in Indonesia for their dedication in educating and shaping the character of students.

This commemoration also coincides with PGRI's anniversary. However, National Teachers' Day is not accompanied by a national holiday.

Usually, schools in Indonesia hold ceremonies to celebrate this day, while the peak event is held by the central government in Jakarta.

 

Happy National Teachers' Day 2024, "Thank you for instilling knowledge and noble values in us, your services will never be forgotten."



 

 

 

 

 

Minggu, 27 Oktober 2024

SELAMAT MEMPERINGATI HARI SUMPAH PEMUDA

Selamat Memperingati Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober 2024

Selamat Memperingati Hari Sumpah  Pemuda!

Sumpah Pemuda merupakan ikrar kebangsaan yang dirumuskan melalui sebuah putusan Kongres Pemuda Kedua di Jakarta pada tanggal 27-28 Oktober 1928. Ikrar ini adalah pernyataan kebangsaan pemuda pemuda Indonesia dari berbagai latar belakang daerah, suku, dan agama, menyatukan keyakinan mereka bahwa tumpah darah, bangsa, dan bahasa persatuan ialah Indonesia. Keyakinan itu lalu disebarluaskan untuk dijadikan asas bagi semua perkumpulan kebangsaan Indonesia setelah peristiwa Kongres Pemuda Kedua.

Kongres Pemuda Kedua digagas oleh Perhimpunan Pelajar PelajarIndonesia (PPPI), sebuah organisasi pemuda yang beranggotakan pelajar dari seluruh Indonesia. Kongres ini bertujuan untuk memperkuat rasa persatuan dan kebangsaan Indonesia yang telah tumbuh di dalam benak dan sanubari pemuda-pemudi. Sebelum kongres digelar, para pemuda mengadakan pertemuan terlebih dahulu pada tanggal 3 Mei 1928 dan 12 Agustus 1928.

Mereka membahas tentang pembentukan panitia, susunan acara kongres, waktu, tempat, dan biaya. Kemudian pertemuan itu menyepakati bahwa Kongres Pemuda Kedua akan diselenggarakan pada tanggal 27-28 Oktober 1928 di tiga lokasi berbeda, yaitu gedung Katholieke Jongenlingen Bond, Oost Java Bioscoop, dan Indonesische Clubgebouw (Rumah Indekos, Kramat No. 106).

Rapat pertama malam hari Sabtu tanggal 27 Oktober 1928 di Gedung Katholieke Jongenlingen Bond (KJB), Ketua Kongres, Sugondo Djojopuspito, memberi sambutan. Ia berharap kongres ini dapat memperkuat semangat persatuan dalam sanubari para pemuda. Acara dilanjutkan dengan uraian Mohammad Yamin tentang arti dan hubungan persatuan dengan pemuda. Menurutnya, ada lima faktor yang bisa memperkuat persatuan Indonesia yaitu sejarah, bahasa, hukum adat, pendidikan, dan kemauan.

Rapat kedua pagi hari Minggu tanggal 28 Oktober 1928, di Gedung Oost-Java Bioscoop, membahas masalah pendidikan. Kedua pembicara, Poernomowoelan dan Sarmidi Mangoensarkoro, berpendapat bahwa anak harus mendapat pendidikan kebangsaan, harus pula ada keseimbangan antara pendidikan di sekolah dan di rumah. Anak juga harus dididik secara demokratis. Rapat ketiga sore hari Minggu tanggal 28 Oktober 1928, Soenariomenjelaskan pentingnya nasionalisme dan demokrasi selain gerakan kepanduan.

Kemudian Ramelan mengemukakan tentang gerakan kepanduan yang tidak bisa dipisahkan dari pergerakan nasional. Gerakan kepanduan sejak dini mendidik anak-anak disiplin dan mandiri, hal-hal yang dibutuhkan dalam perjuangan. Theo Pengamanan menyampaikan bahwa pandu sejati adalah pandu berdasarkan semangat kebangsaan dan rasa cinta tanah air Indonesia.

 

Selamat Memperingati Hari Sumpah Pemuda, “Persatuan adalah fondasi kemerdekaan Indonesia yang kita cintai.”

Happy Youth Pledge Day October 28, 2024

Happy Youth Pledge Day!

The Youth Pledge is a national pledge formulated through a decision of the Second Youth Congress in Jakarta on October 27-28, 1928. This pledge is a national statement of Indonesian youth from various regional, ethnic, and religious backgrounds, uniting their belief that the common blood, nation, and language is Indonesia. This belief was then disseminated to become the principle for all Indonesian national associations after the Second Youth Congress. The Second Youth Congress was initiated by Perhimpunan Pelajar Pelajar Indonesia (PPPI), a youth organization consisting of students from all over Indonesia.

The congress aimed to strengthen the sense of unity and Indonesian nationality that had grown in the minds and hearts of the youth. Before the congress was held, the youth held meetings on May 3, 1928 and August 12, 1928. They discussed the formation of the committee, the organization of the congress, the time, place and cost. Then the meeting agreed that the Second Youth Congress would be held on October 27-28, 1928 in three different locations, namely the Katholieke Jongenlingen Bond building, Oost Java Bioscoop, and Indonesische Clubgebouw (Indekos House, Kramat No. 106).

At the first meeting on the evening of Saturday, October 27, 1928 at the Katholieke Jongenlingen Bond (KJB), the Chairman of the Congress, Sugondo Djojopuspito, gave a speech. He hoped that this congress could strengthen the spirit of unity in the hearts of the youth. The event continued with Mohammad Yamin's description of the meaning and relationship of unity with youth. According to him, there are five factors that can strengthen Indonesian unity, namely history, language, customary law, education and will.

The second meeting on Sunday morning, October 28, 1928, at the Oost-Java Bioscoop Building, discussed the issue of education. The two speakers, Poernomowoelan and Sarmidi Mangoensarkoro, argued that children should receive national education, and that there should be a balance between education at school and at home.

Children should also be educated democratically. At the third meeting on the afternoon of Sunday, October 28, 1928, Soenario explained the importance of nationalism and democracy in addition to the scouting movement. Ramelan then pointed out that the scouting movement could not be separated from the national movement. The scouting movement from an early age taught children discipline and independence, things that were needed in the struggle. Theo Pengamanan said that true scouts are scouts based on the spirit of nationalism and love for the Indonesian homeland.

 

Happy Youth Pledge Day, "Unity is the foundation of the independence of our beloved Indonesia."